Tata Cara Menyimpan Buku Paritta 关于经书保存的问题

Tanya Jawab Seputar Dharma

Tanya [39]: Master Lu, bagaimana tata cara menyimpan buku paritta yang benar? Apa yang harus kami lakukan jika buku paritta disimpan dengan tidak benar, seperti ada bagiannya yang basah dan berjamur? Paritta apa yang harus kami lafalkan? Apa yang harus kami lakukan dengan buku paritta yang rusak itu? Terima kasih!

Jawab [39]:

  • Mengenai masalah menyimpan buku paritta, berdasarkan ketentuan yang ketat seharusnya: tidak boleh diletakkan di tempat yang kotor; tidak boleh memegang buku paritta dengan tangan kotor; tidak boleh meletakkan buku paritta dalam keadaan terbuka dengan bagian isi menghadap ke bawah (seperti huruf ); tidak boleh diletakkan di bagian tubuh pusar ke bawah; tidak boleh diletakkan di atas kursi, dan lain sebagainya.
  • Sebaiknya jangan meletakkan buku paritta di tempat-tempat yang tidak bersih seperti toilet, juga jangan diletakkan dalam rak buku bersama berbagai macam buku yang aneh-aneh apalagi buku cerita porno. Buku paritta sebaiknya disimpan mendatar (horizontal), karena ada beberapa buku yang memiliki gambar Bodhisattva, bila diberdirikan mungkin malah bisa ditempati arwah asing, jika buku paritta hanya berisi tulisan saja (tanpa gambar), maka tidak apa-apa disimpan dalam posisi berdiri.
  • Jika buku paritta basah atau lembab, maka jemur di bawah matahari bila memungkinkan. Jika cara tersebut tidak bisa dilakukan, maka bungkus buku paritta dengan kain merah, simpan setidaknya satu tahun sebelum Anda membereskannya.
  • Setelah satu tahun, lafalkan {Li Fo Da Chan Hui Wen} sebanyak 7x, kemudian bungkus buku paritta dan berikan ke kuil atau kelenteng.
  • Jika buku paritta mengalami kerusakan parah, maka harus melafalkan 21x {Li Fo Da Chan Hui Wen}; jika tulisan dalam buku sudah tidak bisa terbaca jelas, maka sudah tidak dikategorikan sebagai buku paritta lagi. Dalam hal ini, Anda boleh menyelesaikannya dengan cara Anda sendiri.