Bagaimana mengembangkan welas asih dan memperbaiki sifat akar buruk 如何培养慈悲心, 改掉劣根性

shuohua20130201  08:09  

Pendengar wanita: Ada orang yang bahkan tidak bisa menangis, bagaimana orang seperti ini bisa mengembangkan welas asih?  Apakah dengan perbanyak melepaskan makhluk hidup dan berbelas kasihan kepada orang lain?

Master menjawab: Orang yang tidak bisa menangis adalah orang yang lebih cuek dan lebih galak, dan welas asih orang seperti ini sangatlah sedikit.  Ada beberapa cara untuk mengembangkan welas asih: pertama adalah sering melakukan perbuatan baik dan Anda akan merasakannya. Kedua, sering kontak dengan orang-orang yang menderita. 

Mengapa kita sebagai praktisi Buddhis harus sering membantu mereka yang menderita?  Karena ketika Anda membantu mereka, maka welas asih Anda baru akan muncul. (Ada orang yang akar pembinaannya tidak baik, mudah malas dan mudah tergoyah. Terkadang arwah asing di tubuhnya tidak mau mereka bayar hutang karma, maka pada saat ini, dia tidak mau membina diri lagi. Dan masih banyak orang yang mundur ketika menghadapi cobaan. Apakah ada caranya supaya kita bisa memperbaiki semua ini?)

Mundur ketika menghadapi masalah, ini ada hubungannya dengan sifat akar buruk seseorang.  Pada dasarnya sifat akar buruk manusia adalah selalu mundur ketika menghadapi masalah, dan selalu memajukan diri ketika ada hal-hal yang baik. Kita yang  belajar Buddha Dharma dan membina pikiran yaitu harus memperbaiki sifat akar buruk dalam diri kita. Semakin sulit, maka harus semakin bergerak maju, dan harus mengerti bahwa semakin sulit dalam menyelamatkan makhluk, kita harus semakin bergerak maju. 

Begitu juga dengan kita sebagai manusia, biarkan diri sendiri  menanggung kesulitan dan biarkan orang lain yang menikmati kebahagiaan. (apakah ada cara untuk memperbaikinya?) Sangat sederhana, yaitu perbanyak kontak dengan orang yang miskin dan orang-orang yang menderita, dan perbanyak membantu orang lain, secara perlahan-lahan welas asih Anda akan terlahir. 

Dan ketika dirinya menghadapi kesulitan juga akan melahirkan welas asih. Ketika dirinya sakit, dia baru akan berbaik hati, namun dibanding dengan hal-hal tersebut, lebih baik perbanyak membantu orang lain untuk menumbuhkan welas asih.