Beda Memasang Dupa Hati (Bervisualisasi) Dengan Dupa Sungguhan 有关上心香与真何区别
Tanya Jawab Seputar Dharma
Tanya [94]: Master Lu yang terhormat, saya sekarang belajar melafalkan paritta mengikuti petunjuk Anda, tetapi saya belum memiliki altar Buddha di rumah, apakah paritta yang saya lafalkan akan ada hasilnya? Setelah mendengarkan siaran radio Anda, saya tahu kita bisa memasang dupa dengan visualisasi, tetapi apakah hasilnya sama dengan memasang dupa sungguhan?
Jawab [94]:
- Memasang dupa hati atau bervisualisasi dilakukan dengan membayangkan Guan Shi Yin Pu Sa ada di depan kita, lalu kita nyalakan lampu minyak, mengambil dupa, menyalakannya, kedua tangan bersikap anjali dan mendekatkan dupa ke dahi kita, lalu menancapkan dupa ke tempat dupa, bersembah sujud, lalu pada saat yang sama, mengucapkan permohonan dalam hati. Memasang dupa hati, berarti menghubungkan aura kita dengan aura Bodhisattva melalui pikiran. Jika kondisi tempat tinggal Anda benar-benar terbatas, Anda tidak bisa memasang altar di rumah atau Anda sering berada di luar kota, atau sedang bertamasya ke tempat lain, Anda bisa menyembah Bodhisattva melalui pikiran Anda, sebagai tanda penghormatan Anda, dengan demikian Anda tetap bisa menerima aura atau kekuatan Bodhisattva, hal ini akan menjamin paritta yang Anda lafalkan memiliki hasil yang baik.
- Menyalakan dupa sungguhan, berarti menyalakan dupa di altar rumah Anda sendiri, nyalakan satu atau tiga batang dupa setiap pagi dan malam, memasang dupa adalah salah satu cara kita memberikan penghormatan kepada Bodhisattva (Bodhisattva), maka sebagai umat Buddha yang membina pikirannya, sebaiknya Anda bisa memiliki altar di rumah. Jika seseorang tidak bisa memasang altar di rumah atau keluarganya menghalanginya untuk memuja Bodhisattva, maka hal ini sebenarnya adalah halangan yang berasal dari karma buruknya.
- Memasang dupa hati (bervisualisasi), jika dilakukan dengan sepenuh hati, pasti bisa juga terhubung dengan energi Bodhisattva. Tetapi bila kita bisa memasang dupa sungguhan di altar Bodhisattva akan lebih baik, di satu sisi bagi teman se-Dharma yang baru saja berlatih dan masih kesulitan untuk mengendalikan pikirannya, dengan memandang langsung gambar atau rupang Bodhisattva, akan lebih mudah baginya untuk memusatkan pikirannya dan tentunya lebih mudah terhubung dengan aura Bodhisattva, daripada berusaha mengendalikan pemikiran liarnya untuk memvisualisasikan rupang atau gambar Bodhisattva. Di sisi lain, jika kita sudah menyembah Bodhisattva di rumah dalam jangka waktu yang lama, maka Anda dan keluarga akan mendapatkan berkat dan perlindungan dari Bodhisattva, berarti Anda akan memperoleh berkah yang besar dan memiliki jasa kebajikan.
- Segala hal harus disesuaikan dengan jodohnya, jika memang keadaan Anda tidak memungkinkan, jangan memaksa. Seiring dengan pembinaan pikiran Anda yang semakin mendalam, ditambah dengan berkat dari Bodhisattva, dan saat jodoh Anda sudah matang, maka akan tiba kesempatan untuk memasang altar dan memuja Bodhisattva. Oleh karena itu, apabila kondisi Anda tidak memadai, maka jangan bersikeras dan melekat pada hal ini, asalkan Anda melafalkan paritta dengan sepenuh hati, membina pikiran dengan giat, waktunya akan tiba. Walaupun Anda tidak bisa memasang altar dan menyembah Bodhisattva di rumah, Anda tetap bisa melafalkan paritta, asalkan tulus tetap ada hasilnya.
- Cara untuk memasang altar dan menyembah Bodhisattva bisa dibaca dalam blog Master pada bagian {Tanya Jawab Seputar Dharma} No. 5, tentang “Tata Cara Memasang Altar”.


