{"id":8197,"date":"2021-09-27T13:10:40","date_gmt":"2021-09-27T06:10:40","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=8197"},"modified":"2021-09-27T13:10:40","modified_gmt":"2021-09-27T06:10:40","slug":"pentingnya-ketekunan-dalam-menekuni-dharma-harus-menghargai-hidup-ini-%e5%ad%a6%e4%bd%9b%e8%b4%b5%e5%9c%a8%e5%9d%9a%e6%8c%81-%e8%a6%81%e7%8f%8d%e6%83%9c%e4%ba%ba%e7%94%9f","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/pentingnya-ketekunan-dalam-menekuni-dharma-harus-menghargai-hidup-ini-%e5%ad%a6%e4%bd%9b%e8%b4%b5%e5%9c%a8%e5%9d%9a%e6%8c%81-%e8%a6%81%e7%8f%8d%e6%83%9c%e4%ba%ba%e7%94%9f\/","title":{"rendered":"Pentingnya ketekunan dalam menekuni Dharma, harus menghargai hidup ini \u5b66\u4f5b\u8d35\u5728\u575a\u6301, \u8981\u73cd\u60dc\u4eba\u751f"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wenda20130301 \u00a007:41\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Wejangan Master:<\/strong> Akhir-akhir ini Master sedikit capek, karena melewati festival, juga melihat banyak orang, jadi tenggorokan tidak begitu baik. Selain itu, berharap semua orang lebih banyak melafalkan paritta, karena melafalkan paritta harus terus menerus. Banyak orang yang hanya melafalkan beberapa hari, atau memohon kepada Bodhisattva lalu merasa tidak manjur maka tidak melafalkan lagi. Sebenarnya, apapun yang dilakukan apakah bisa langsung memperoleh hasil dalam waktu yang singkat? Seperti tubuh kita, apakah bisa langsung sembuh seketika minum obat? Hanya akan membaik secara perlahan-lahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi ketika orang sakit itu bagaikan menyingkirkan gunung dan jungkir balikkan laut, tiba-tiba pingsan dan kesehatannya tiba-tiba ambruk. Namun bila penyakitnya sembuh, itu bagaikan menarik sutera dari kepompong, satu-satu dan secara perlahan-lahan akan membaik. Oleh sebab itu, sembuh dari penyakit itu lambat, akan tetapi sangat cepat untuk jatuh sakit. Maka itu kepala seorang manusia selalu menghadap ke langit, kaki memijak bumi, tegak lurus, inilah yang dinamakan sebagai manusia yang menggambarkan citra yang agung dan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Binatang apa yang kepalanya menghadap langit? Terkadang monyet berjalan berdiri, kemudian langsung merangkak lagi. Jadi, kita sebagai manusia jangan berhati buruk, jangan sampai kepala tidak dapat menerima aura langit. Karena tidak ada hal yang mulia membimbing Anda, Anda akan melakukan banyak hal tingkat rendah, banyak orang berkata \u201cSaya telah melakukan banyak kesalahan dalam hal tingkat rendah\u201d, inilah logikanya. Oleh itu berharap para praktisi Buddhis harus mengerti tentang kebenaran ini. Pertama-tama kita harus menghargai kehidupan, sangat pentingnya untuk menghargai kehidupan ini, karena dengan menghargai Anda akan memiliki. Anda menghargai keluarga ini maka Anda memilikinya; Anda tidak menghargai keluarga ini, setiap hari bertengkar dengan suami, dalam waktu yang lama maka keluarga ini akan hancur. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Orang yang benar-benar memiliki kebijaksanaan harus mengerti: ketika Anda menghargai sesuatu maka harus menyayanginya, jangan membencinya, jangan mengkritik dia, setiap orang memiliki sifat kesadaran, jangan berpikir bahwa dia adalah seorang anak kecil. Anda tidak memarahinya, dia sendiri akan menyadari terhadap perbuatannya apakah benar atau salah, tetapi jika Anda memarahinya maka dia akan beranggapan bahwa Anda sengaja menyakitinya, dia malah tidak bisa menerima. Orang yang benar-benar bijaksana adalah orang tidak akan marah, tidak akan mengatakan keburukan orang lain, dia akan membiarkan orang lain sadar sendiri.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"624\" height=\"902\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-321.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-8201\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-321.png 624w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-321-208x300.png 208w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"624\" height=\"912\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-322.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-8202\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-322.png 624w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-322-205x300.png 205w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wenda20130301 \u00a007:41\u00a0 Wejangan Master: Akhir-akhir ini Master sedikit capek, karena melewati festival, juga melihat banyak<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[3139,3138,3137],"class_list":["post-8197","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanya-jawab-master-lu","tag-harus-menghargai-hidup-ini","tag-pentingnya-ketekunan-dalam-menekuni-dharma","tag-3137"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8197","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8197"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8197\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8203,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8197\/revisions\/8203"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8197"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8197"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8197"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}