{"id":8087,"date":"2021-09-26T14:33:42","date_gmt":"2021-09-26T07:33:42","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=8087"},"modified":"2021-09-26T15:23:38","modified_gmt":"2021-09-26T08:23:38","slug":"saat-melafalkan-paritta-jie-jie-zhou-harus-tambahkan-paritta-xiao-zai-ji-xiang-shen-zhou-untuk-melewati-rintangan-besar-setidaknya-xfz-harus-di-atas-1000-lembar%e5%bf%b5%e8%a7%a3%e7%bb%93%e5%92%92","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/saat-melafalkan-paritta-jie-jie-zhou-harus-tambahkan-paritta-xiao-zai-ji-xiang-shen-zhou-untuk-melewati-rintangan-besar-setidaknya-xfz-harus-di-atas-1000-lembar%e5%bf%b5%e8%a7%a3%e7%bb%93%e5%92%92\/","title":{"rendered":"Saat melafalkan paritta Jie Jie Zhou; harus tambahkan paritta Xiao Zai Ji Xiang Shen Zhou. Untuk melewati rintangan besar setidaknya XFZ harus di atas 1000 lembar \u5ff5\u89e3\u7ed3\u5492\u7684\u540c\u65f6\u8981\u52a0\u6d88\u707e\u5409\u7965\u795e\u5492\uff1b\u8fc7\u5927\u52ab\u81f3\u5c111000\u5f20\u4ee5\u4e0a\u5c0f\u623f\u5b50"},"content":{"rendered":"\n<p>Wenda20200710&nbsp;&nbsp; 12:16&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pendengar wanita:<\/strong> Teman se-Dharma bermimpi bahwa dia sedang berdiri di atas tembok tinggi bersama suami dan putra sulungnya untuk berjalan ke seberang. Putranya ada di depan, teman se-Dharma di tengah, dan suaminya di belakang. Pada saat itu, teman se-Dharma ceroboh, dia membiarkan putranya untuk berjalan sendiri. Akibatnya, dia jatuh. Kepalanya jatuh duluan. Suaminya segera turun untuk melihat, dan berkata bahwa putra mereka meninggal. Pada saat itu, teman se-Dharma tidak merasakan apa-apa, juga tidak menangis. Kemudian, mereka mengurus pemakaman putranya. Pada saat itu, teman se-Dharma baru menangis.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam mimpi, putranya berumur sekitar tiga atau empat tahun. Kenyataannya, putranya sudah berumur 27 tahun, hanya saja, ketika dia masih kecil, suaminya sangat berhati-hati dengan anak itu. Asalkan&nbsp; dia membiarkan anak itu jatuh, maka suaminya akan memarahinya. Putranya memiliki jodoh buruk yang berat dengannya, selalu bertentangan dengannya. Mohon Master menjelaskan mimpi ini.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Master menjawab:<\/strong> Dalam kehidupan nyata, jika ada jalinan jodoh buruk, tidak peduli bermimpi apa, semuanya memiliki jodoh buruk. Jika memiliki jalinan jodoh buruk, maka harus melafalkan paritta Jie Jie Zhou, dan harus melafalkan paritta Xiao Zai Ji Xiang Shen Zhou juga. Kalian semua harus ingat, jika menyuruh kalian melafalkan&nbsp; paritta Jie Jie Zhou, maka harus ditambah dengan paritta Xiao Zai Ji Xiang Shen Zhou. Karena ada jalinan jodoh buruk, jika tidak hati-hati, maka akan ada halangan dan bencana.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pendengar wanita:<\/strong> Mengerti. Dalam mimpi, putranya meninggal, apakah akan terjadi sesuatu pada putranya?<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Master menjawab:<\/strong> Hati-hati ada rintangan. Percepat memberitahu kepadanya&nbsp; bahwa akan ada rintangan<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pendengar wanita:<\/strong> Kira-kira harus melafalkan berapa lembar XFZ?<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Master menjawab:<\/strong> Untuk hal seperti ini, harus melafalkan yang banyak, Untuk melewati satu rintangan besar, jika bukan 1080 lembar &#8230;..maka minimal 1000 lembar<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pendengar wanita :<\/strong> Apakah ini bersifat universal?<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Master menjawab:<\/strong> Rintangan besar, rintangan besar yang saya maksud adalah yang akan meninggal, jika rintangan kecil, maka tidak perlu<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pendengar wanita:<\/strong> Baik.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-audio\"><audio controls src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/wenda20200710_1216.mp3\"><\/audio><figcaption><strong>Wenda20200710\u00a0\u00a012:16<\/strong> &#8212; Saat melafalkan paritta Jie Jie Zhou; harus tambahkan paritta Xiao Zai Ji Xiang Shen Zhou. <br>Untuk melewati rintangan besar setidaknya XFZ harus di atas 1000 lembar <br>\u5ff5\u89e3\u7ed3\u5492\u7684\u540c\u65f6\u8981\u52a0\u6d88\u707e\u5409\u7965\u795e\u5492\uff1b\u8fc7\u5927\u52ab\u81f3\u5c111000\u5f20\u4ee5\u4e0a\u5c0f\u623f\u5b50<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"666\" height=\"915\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-300.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-8088\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-300.png 666w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-300-218x300.png 218w\" sizes=\"(max-width: 666px) 100vw, 666px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"666\" height=\"633\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-301.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-8089\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-301.png 666w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-301-300x285.png 300w\" sizes=\"(max-width: 666px) 100vw, 666px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wenda20200710&nbsp;&nbsp; 12:16&nbsp; Pendengar wanita: Teman se-Dharma bermimpi bahwa dia sedang berdiri di atas tembok tinggi<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[3062,3059],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8087"}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8087"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8087\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8098,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8087\/revisions\/8098"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8087"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8087"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8087"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}