{"id":7820,"date":"2021-09-24T12:27:03","date_gmt":"2021-09-24T05:27:03","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=7820"},"modified":"2021-09-24T12:27:05","modified_gmt":"2021-09-24T05:27:05","slug":"bagaimana-memahami-tentang-she-shou-zhong-sheng-gong-yang-memberikan-persembahan-dengan-berkorban-demi-semua-makhluk-dan-dai-ti-zhong-sheng-ku-gong-yang-memberikan-perse","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/bagaimana-memahami-tentang-she-shou-zhong-sheng-gong-yang-memberikan-persembahan-dengan-berkorban-demi-semua-makhluk-dan-dai-ti-zhong-sheng-ku-gong-yang-memberikan-perse\/","title":{"rendered":"Bagaimana memahami tentang \u201csh\u00e8 sh\u00f2u zh\u00f2ng sh\u0113ng g\u00f2ng y\u01ceng &#8211; memberikan persembahan dengan berkorban demi semua makhluk\u201d dan \u201cd\u00e0i t\u00ec zh\u00f2ng sh\u0113ng k\u01d4 g\u00f2ng y\u01ceng &#8211; memberikan persembahan dengan menggantikan semua makhluk untuk menderita\u201d \u201c\u6444\u53d7\u4f17\u751f\u4f9b\u517b\u201d \u548c \u201c\u4ee3\u4f17\u751f\u82e6\u4f9b\u517b\u201d \u600e\u4e48\u7406\u89e3"},"content":{"rendered":"\n<p>wenda20170331&nbsp; 05:20<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pendengar wanita:<\/strong> Teman se-Dharma mengalami kebingungan ketika mempelajari &#8220;Bai Hua Fo Fa&#8221;. Saat kami mempelajari bab yang satu ini, kami juga tidak begitu memahaminya. Master dalam &#8220;Bai Hua Fo Fa&#8221; jilid 2 membahas tentang memberikan persembahan melalui pembinaan pikiran, ketika Master mengatakan bahwa&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201csh\u00e8 sh\u00f2u zh\u00f2ng sh\u0113ng g\u00f2ng y\u01ceng &#8211; memberikan persembahan dengan berkorban demi semua makhluk\u201ddan \u201cd\u00e0i t\u00ec zh\u00f2ng sh\u0113ng k\u01d4 g\u00f2ng y\u01ceng &#8211; memberi persembahan dengan menggantikan semua makhluk untuk menderita\u201d, Master juga sudah menjelaskannya, tetapi kami benar-benar belum begitu paham, bolehkah Master memberikan wejangan kepada kami sekali lagi?&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Master menjawab:<\/strong> Saya telah menjawab di blog malam itu. Kalian tidak tahu bahwa itu adalah Master yang menjawabnya. Saya menjawab di internet pada jam 3:30 tengah malam (Master terlalu lelah). Pertanyaan kalian itu, semuanya saya yang menjawab. Saya anonym, &#8220;Gong Mian&#8221; adalah saya yang tulis (Terima kasih Master!) Saya akan menjelaskan satu kalimat demi satu kalimat untuk Anda.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Apa kalimat pertamanya? (&#8220;Memberi persembahan dengan berkorban untuk semua makhluk. Dengan kata lain&nbsp; &#8220;Saya memberikan persembahan dengan bersedia menderita demi semua makhluk\u201d yaitu diri sendiri bersedia menanggung segala hal-hal yang yang tidak baik, biarkan saya menderita demi semua makhluk&#8221;) Benar.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Berkorban&#8221; artinya saya&nbsp; bersedia menderita demi semua makhluk, apakah menderita seperti itu disebut memberi persembahan? Memberi persembahan untuk semua makhluk. Bukan orang lain yang memberi persembahan kepada Anda, tetapi Anda yang memberi persembahan kepada Bodhisattva.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Misalnya, Anda menggantikan Bodhisattva untuk menderita, membabarkan Dharma untuk menyelamatkan kesadaran spiritual orang lain, bukankah Anda adalah memberi persembahan dengan berkorban untuk semua makhluk? Anda dimarahi oleh orang lain hari ini, dan Anda masih tetap membabarkan Dharma untuk menyelamatkan orang, bukankah Anda menggantikan Bodhisattva untuk memberi persembahan dengan berkorban demi semua makhluk? Bukankah Anda sedang memberi persembahan kepada Bodhisattva? Anda bukan mempersembahkan apel atau harta kekayaan, namun Anda menerapkan perilaku Anda sendiri untuk menyelamatkan makhluk hidup, untuk memberikan dana dalam bentuk Dharma, bukankah ini disebut memberi persembahan kepada Bodhisattva?&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Anda melakukan sesuatu untuk Bodhisattva, bukankah ini&nbsp; disebut memberi persembahan? (Ya, benar. Satu lagi &#8220;Memberi&nbsp; persembahan dengan menggantikan semua makhluk untuk menderita, dengan kata lain bersedia menggantikan semua makhluk untuk menderita. Contohnya, jika terjadi bencana alam, kita harus pergi menolong korban bencana&#8221;) Ya, betul. Menggantikan semua makhluk untuk menderita, apakah juga termasuk memberi persembahan kepada Bodhisattva? Misalnya, orang lain menderita, ketika Anda pergi untuk membantunya membebaskan diri, bukankah Anda menggantikannya untuk menderita? Atau Anda membantunya untuk mengambil barang, berdana tenaga, maka orang itu berkata: \u201cAnda seperti seorang Bodhisattva.\u201d Bukankah Anda telah memberi persembahan kepada Bodhisattva? (Ya. Begitu Master menjelaskannya, kami jadi paham. Jika Master tidak menjelaskan, kami tidak dapat memahaminya)&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Saya sudah mengatakan kepada kalian, banyak hal dalam &#8220;Bai Hua Fo Fa&#8221; sulit untuk dimengerti (Benar, kami sudah belajar sampai jilid dua, belajar setiap hari. Rasanya setiap hari membacanya tetapi isinya selalu berbeda) Ya, benar. Semakin membaca akan semakin baik nantinya. Buku kesepuluh akan segera terbit (kami semua menantikan buku kesepuluh)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"624\" height=\"842\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-212.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7859\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-212.png 624w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-212-222x300.png 222w\" sizes=\"(max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"624\" height=\"863\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-213.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7860\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-213.png 624w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-213-217x300.png 217w\" sizes=\"(max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"624\" height=\"630\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-214.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7861\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-214.png 624w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-214-297x300.png 297w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-214-150x150.png 150w\" sizes=\"(max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wenda20170331&nbsp; 05:20 Pendengar wanita: Teman se-Dharma mengalami kebingungan ketika mempelajari &#8220;Bai Hua Fo Fa&#8221;. Saat<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[2899,2902],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7820"}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7820"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7820\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7862,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7820\/revisions\/7862"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7820"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7820"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7820"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}