{"id":7632,"date":"2021-09-18T13:44:09","date_gmt":"2021-09-18T06:44:09","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=7632"},"modified":"2021-09-23T12:35:22","modified_gmt":"2021-09-23T05:35:22","slug":"akan-pembinaan-yang-berbeda-mempengaruhi-jumlah-pelafalan-li-fo-da-chan-hui-wen-jika-pertobatan-terhadap-hubungan-antara-pria-dan-wanita-tidak-tuntas-maka-tidak-dapat-naik-ke-surga-ketika-meninggal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/akan-pembinaan-yang-berbeda-mempengaruhi-jumlah-pelafalan-li-fo-da-chan-hui-wen-jika-pertobatan-terhadap-hubungan-antara-pria-dan-wanita-tidak-tuntas-maka-tidak-dapat-naik-ke-surga-ketika-meninggal\/","title":{"rendered":"Akan pembinaan yang berbeda mempengaruhi jumlah pelafalan L\u01d0 F\u00f3 D\u00e0 Ch\u00e0n Hu\u01d0 W\u00e9n; jika pertobatan terhadap hubungan antara pria dan wanita tidak tuntas; maka tidak dapat naik ke surga ketika meninggal dunia \u6839\u57fa\u4e0d\u540c\u5ff5\u793c\u4f5b\u5927\u5fcf\u6094\u6587\u7684\u904d\u6570\u4e5f\u4e0d\u540c;\u7537\u5973\u4e4b\u4e8b\u6ca1\u5fcf\u6094\u6389; \u8d70\u7684\u65f6\u5019\u4e0a\u4e0d\u4e86\u5929"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">wenda20151227A&nbsp; 04:07&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pendengar wanita:<\/strong> Mohon bertanya kepada Master, Anda mengatakan: \u201cJika melafalkan L\u01d0 F\u00f3 D\u00e0 Ch\u00e0n Hu\u01d0 W\u00e9n untuk suatu hal yang khusus, harus melafalkan hingga hati tidak merasa sedih ketika memikirkannya\u201d Misalnya, ada dua orang yang pernah menonton film porno bersama-sama. Mereka berdua sudah belajar Buddha Dharma sekarang, dan melafalkan L\u01d0 F\u00f3 D\u00e0 Ch\u00e0n Hu\u01d0 W\u00e9n bertobat untuk hal ini. Ada satu yang melafalkan L\u01d0 F\u00f3 D\u00e0 Ch\u00e0n Hu\u01d0 W\u00e9n sebanyak 3 kali dan sudah tidak memiliki ganjalan lagi. Dan yang satu lagi melafalkan L\u01d0 F\u00f3 D\u00e0 Ch\u00e0n Hu\u01d0 W\u00e9n sebanyak 21 kali (masih memiliki ganjalan), dan juga merasa bahwa dirinya sangat kotor dan pertobatannya belum cukup.&nbsp; Seperti orang yang berbeda ini tetapi melakukan kesalahan yang sama. Setiap orang harus melafalkan hingga tidak memiliki ganjalan di dalam hati, dan jumlah pelafalan L\u01d0 F\u00f3 D\u00e0 Ch\u00e0n Hu\u01d0 W\u00e9n juga berbeda (betul). Yang manakah memiliki tingkat kesadaran yang tinggi? Apakah yang melafalkan jumlah banyak atau sedikit?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Master menjawab:<\/strong> Sangat sederhana, tentu saja teman se-Dharma yang melafalkan dengan jumlah sedikit dan dapat langsung mengikisnya, mudah dibersihkan, ini menunjukkan bahwa akar pembinaannya bagus.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak gadis yang menjadi semakin buruk setelah menonton film pornografi ini, maka wanita tidak boleh menonton, &nbsp;hal ini mencelakai orang-orang.&nbsp; &#8220;Jangan berbicara tentang hal yang tidak senonoh, jangan menyentuh hal yang tidak senonoh, jangan melakukan hal yang tidak senonoh, jangan melihat hal yang tidak senonoh.&#8221; jadi jangan sembarangan melihat hal apa pun. Terkadang hal-hal ini di dalam masyarakat&#8230;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa pria yang merayu wanita yaitu dengan cara membiarkan wanita menonton hal-hal ini terlebih dahulu, itulah yang dilakukan para gelandangan!&nbsp; Kamu tidak boleh menontonnya (benar) harus baik-baik bertobat. Jika dapat segera dilupakan setelah pertobatan, hal ini telah lenyap artinya lubuk hati dalam akar pembinaan orang ini masih relatif bersih, ketika dicuci langsung bersih.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak orang yang tidak dapat sepenuhnya bertobat hingga tuntas meskipun telah melafalkan puluhan kali, ini berarti hal tersebut sudah masuk ke dalam kesadarannya yang mendalam, maka harus melafalkan dalam jumlah yang banyak baru bisa bertobat secara tuntas. Ingat, saat akan meninggal dunia, apabila masih ada hal-hal antara pria dan wanita yang tidak senonoh ini di dalam kesadarannya, maka dia tidak akan bisa naik ke surga, pasti akan turun ke alam bawah, mengertikah? (mengerti, terima kasih Master).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-audio\"><audio controls src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/Wenda20151227A-0407.mp3\"><\/audio><figcaption><strong>Wenda20151227A\u00a0\u00a004:07<\/strong> &#8212; Akan pembinaan yang berbeda mempengaruhi jumlah pelafalan L\u01d0 F\u00f3 D\u00e0 Ch\u00e0n Hu\u01d0 W\u00e9n; jika pertobatan terhadap hubungan antara pria dan wanita tidak tuntas; maka tidak dapat naik ke surga ketika meninggal dunia <br>\u6839\u57fa\u4e0d\u540c\u5ff5\u793c\u4f5b\u5927\u5fcf\u6094\u6587\u7684\u904d\u6570\u4e5f\u4e0d\u540c;\u7537\u5973\u4e4b\u4e8b\u6ca1\u5fcf\u6094\u6389; \u8d70\u7684\u65f6\u5019\u4e0a\u4e0d\u4e86\u5929<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"624\" height=\"976\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-161.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7642\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-161.png 624w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-161-192x300.png 192w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"624\" height=\"862\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-162.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-7643\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-162.png 624w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/09\/image-162-217x300.png 217w\" sizes=\"auto, (max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wenda20151227A&nbsp; 04:07&nbsp; Pendengar wanita: Mohon bertanya kepada Master, Anda mengatakan: \u201cJika melafalkan L\u01d0 F\u00f3 D\u00e0<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[21,2824],"class_list":["post-7632","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanya-jawab-master-lu","tag-li-fo-da-chan-hui-wen","tag-2824"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7632","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7632"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7632\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7800,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7632\/revisions\/7800"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7632"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7632"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7632"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}