{"id":660,"date":"2021-05-01T09:59:55","date_gmt":"2021-05-01T02:59:55","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=660"},"modified":"2021-05-01T22:23:16","modified_gmt":"2021-05-01T15:23:16","slug":"bagaimana-memahami-hal-yang-tidak-bisa-dilakukan-juga-bisa-dengan-berdana-perbedaan-antara-tingkatan-kesadaran-samyak-sambodhi-dan-tingkatan-kesadaran-anuttara-samyak-sambodhi-%e5%a6%82%e4%bd%95","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/bagaimana-memahami-hal-yang-tidak-bisa-dilakukan-juga-bisa-dengan-berdana-perbedaan-antara-tingkatan-kesadaran-samyak-sambodhi-dan-tingkatan-kesadaran-anuttara-samyak-sambodhi-%e5%a6%82%e4%bd%95\/","title":{"rendered":"Bagaimana memahami &#8220;hal yang tidak bisa dilakukan juga bisa dengan berdana; perbedaan antara tingkatan kesadaran samyak-sambodhi dan tingkatan kesadaran anuttara-samyak-sambodhi&#8221; \u5982\u4f55\u7406\u89e3\u201c\u505a\u4e0d\u5230\u7684\u4e8b\u60c5\u4e5f\u80fd\u5e73\u7b49\u5e03\u65bd\u201d\uff1b\u201c\u6b63\u7b49\u6b63\u89c9\u201d\u548c\u201c\u65e0\u4e0a\u6b63\u7b49\u6b63\u89c9\u201d\u7684\u533a\u522b"},"content":{"rendered":"\n<p>Wenda20200131&nbsp;05:22&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pendengar Wanita:<\/strong> Master dalam BHFF buku ke 8 ada satu kalimat; orang yang bisa berdana dengan tanpa membedakan, maka ia adalah orang yang paling welas asih, hal yang dia bisa lakukan, adalah berdana tanpa perbedaan; hal yang dia tidak bisa dia lakukan, juga termasuk berdana tanpa perbedaan. Dengan begini baru bisa mencapai tingkatan kesadaran <em>samyak-sambodhi<\/em>. Mohon tanya Master, &#8220;hal yang tidak bisa dia laksanakan, juga berdana dengan tanpa perbedaan&#8221;. Kalimat ini bagaimana memahaminya\uff1f<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Master menjawab:<\/strong> Hal yang tidak bisa dia lakukan, dalam hati berpikir, tidak dijalankan, tapi dalam hatinya sedang berpikir, bukankah sama dengan telah berdana dengan tanpa perbedaan? Contohnya, ibu walaupun tidak ada uang, tapi ibu bilang: jika nanti saya ada uang, saya akan membelikan baju yang cantik untuk putri pertama dan putri ke dua saya masing-masing, atau masing-masing membelikan sebuah mobil, atau masing-masing belikan sesuatu. Belikan yang sama. Ini bukankah ini keseimbangan hati yang tidak terlaksanakan? (Sudah mengerti) Tidak ada kebijaksanaan (Terima kasih Master. Master bilang, ini adalah tingkatan kesadaran <em>(samyak-sambodhi)<\/em>, keadaan seperti ini apakah perbedaannya dengan tingkatan penerangan sempurna (<em>anuttara-samyak-sambodhi<\/em>)?) tingkatan penerangan sempurna (<em>anuttara-samyak-sambodhi<\/em>) adalahtidak ada &#8220;wujud aku&#8221;, tanpa keakuan. Tingkatan penerangan sempurna (<em>anuttara-samyak-sambodhi<\/em>) adalah Anda dalam menyelesaikan hal apapun ada energi yangpositifnya, ada pemikiran yang benar &#8212;- pemikiran benar\/ positif, ada hati yang welas asih (<em>Metta Karuna<\/em>), hati yang Turut berbahagia dan keseimbangan batin (<em>Mudita Upekkha<\/em>) ini semua termasuk <em>samyak-sambodhi<\/em> (Hal yang bisa dia lakukan dengan berdana secara adil, tidak terlaksana juga bisa dengan berdana secara adil, jika begitu, apakah masih perlu \u2026) Tentu saja, hal yang tidak bisa Anda laksanakan, hati diseimbangkan terlebih dahulu, bukahkah Anda telah mencapai tingkatan kesadaran <em>samyak-sambodhi<\/em>? (Baiklah. Saya tidak terlalu paham, ini dengan tingkatan penerangan sempurna apa bedanya?) Tingkatan penerangan sempurna adalah sudah tersadarkan, telah tersadarkan secara keseluruhan. tingkatan penerangan sempurna adalah seseorang telah tersadarkan secara keseluruhan, telah <em>nibbana<\/em>, telah sadar, mengetahui secara menyeluruh terhadap segala yang ada di dunia ini adalah kosong, ini disebut &#8220;tiada terbatas &#8220;. Itu sebabnya kenapa yang kalian belajar sesuatu tetap tidak bisa, mengapa Master menulis &#8220;<em>\u6b63\u7b49\u6b63\u89c9 &#8212; zh\u00e8ng d\u011bng zh\u00e8ng ju\u00e9<\/em>\u201d? Tidak menulis \u201c <em>\u65e0\u4e0a&#8211; w\u00fa sh\u00e0ng<\/em>\u201dyaitu belum tercapai tingkatan kesadaran ini, tidak bisa mencapai tingkatan kesadaran ini, Anda sekarang berusaha untuk mencapainya agar saya menjelaskannya \u2026 coba Anda pikirkan, Anda lakukan hal yang kecil, memungut 1 sen uang memberikannya kepada orang lain, kembalikan ke orang lain, Anda memaksa bilang ini adalah perbuatan seorang Bodhisattva, menurut Anda apakah sesuai? (Terima kasih Master)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-audio\"><audio controls src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/Wenda20200131-0522-\u5982\u4f55\u7406\u89e3\u505a\u4e0d\u5230\u7684\u4e8b\u60c5\u4e5f\u80fd\u5e73\u7b49\u5e03\u65bd\uff1b\u6b63\u7b49\u6b63\u89c9\u548c\u65e0\u4e0a\u6b63\u7b49\u6b63\u89c9\u7684\u533a\u522b.mp3\"><\/audio><figcaption>Wenda20200131\u00a005:22 &#8211; Bagaimana memahami &#8220;hal yang tidak bisa dilakukan juga bisa dengan berdana; perbedaan antara tingkatan kesadaran samyak-sambodhi dan tingkatan kesadaran anuttara-samyak-sambodhi&#8221; <br>\u5982\u4f55\u7406\u89e3\u201c\u505a\u4e0d\u5230\u7684\u4e8b\u60c5\u4e5f\u80fd\u5e73\u7b49\u5e03\u65bd\u201d\uff1b\u201c\u6b63\u7b49\u6b63\u89c9\u201d\u548c\u201c\u65e0\u4e0a\u6b63\u7b49\u6b63\u89c9\u201d\u7684\u533a\u522b<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"624\" height=\"854\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-661\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image.png 624w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-219x300.png 219w\" sizes=\"(max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"624\" height=\"828\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-1.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-662\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-1.png 624w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-1-226x300.png 226w\" sizes=\"(max-width: 624px) 100vw, 624px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wenda20200131&nbsp;05:22&nbsp; Pendengar Wanita: Master dalam BHFF buku ke 8 ada satu kalimat; orang yang bisa<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[140,138,77,139,78,141,142,144,143],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/660"}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=660"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/660\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":821,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/660\/revisions\/821"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=660"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=660"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=660"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}