{"id":6101,"date":"2021-08-30T12:22:59","date_gmt":"2021-08-30T05:22:59","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=6101"},"modified":"2021-08-31T21:41:42","modified_gmt":"2021-08-31T14:41:42","slug":"bagaimana-memahami-jiwa-tidak-berubah-mengikuti-jodoh-%e5%a6%82-%e4%bd%95-%e7%90%86-%e8%a7%a3-%e7%81%b5-%e4%b8%8d-%e9%9a%8f-%e7%bc%98-%e8%bd%ac","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/bagaimana-memahami-jiwa-tidak-berubah-mengikuti-jodoh-%e5%a6%82-%e4%bd%95-%e7%90%86-%e8%a7%a3-%e7%81%b5-%e4%b8%8d-%e9%9a%8f-%e7%bc%98-%e8%bd%ac\/","title":{"rendered":"Bagaimana memahami \u201cJiwa Tidak Berubah Mengikuti Jodoh\u201d \u5982\u4f55\u7406\u89e3\u201c\u7075\u4e0d\u968f\u7f18\u8f6c\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Wenda20171110&nbsp;&nbsp; 15:44&nbsp;<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pendengar Pria:<\/strong> Master pernah memberi wejangan tentang\u201cPikiran Tidak Terpengaruh oleh Keadaan, Jiwa Tidak Berubah Mengikuti Jodoh\u201d. Kalimat pertama kami lebih bisa memahami, namun kalimat yang terakhir apa artinya?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Master menjawab:<\/strong> Jiwa (roh), meninggalkan tubuh, meninggalkan jasmani baru disebut jiwa (roh), dan dibedakan menjadi jiwa utama dan jiwa terpisah, sifat dasar kamu apakah juga termasuk jiwa? (Iya). Sifat dasar kamu, hati nurani, sifat dasar dari tingkat kesadaran yang ke sembilan yaitu tingkat kesadaran amala-vij\u00f1\u0101na, apabila kamu bisa selalu menetap di dalam sifat dasar, maka jiwamu akan selama-lamanya hidup di dalam sifat dasar, segala jodoh yang menghampiri, kamu akan tetap tenang dan tidak tergoyahkan juga tidak terpengaruh, bukankah sudah termasuk\u201cJiwa Tidak Berubah Mengikuti Jodoh\u201d? (pemahaman teman se-Dharma adalah pada dasarnya kita memiliki beberapa cara dalam pembinaan diri yang seharusnya, jika memiliki jodoh luar, juga tidak harus mengubah cara pembinaan diri sendiri yang seharusnya, apakah seperti ini?) benar, yang dia katakan bersifat lebih dangkal. Bukan hanya sebuah cara, jika jodoh yang menghampiri akan bisa mengganggu pikiranmu, namun kamu menggunakan lubuk hati yang tenang dan tidak tergoyahkan untuk mengendalikan jodoh diri sendiri, bukankah itu artinya Jiwa Tidak Berubah Mengikuti Jodoh? (Terima kasih atas wejangan Master)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"726\" height=\"845\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-1107.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6951\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-1107.png 726w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-1107-258x300.png 258w\" sizes=\"auto, (max-width: 726px) 100vw, 726px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wenda20171110&nbsp;&nbsp; 15:44&nbsp; Pendengar Pria: Master pernah memberi wejangan tentang\u201cPikiran Tidak Terpengaruh oleh Keadaan, Jiwa Tidak<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[2283],"class_list":["post-6101","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanya-jawab-master-lu","tag-bagaimana-memahami-jiwa-tidak-berubah-mengikuti-jodoh"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6101"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6101\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6952,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6101\/revisions\/6952"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}