{"id":4903,"date":"2021-08-30T22:54:31","date_gmt":"2021-08-30T15:54:31","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=4903"},"modified":"2021-08-30T22:54:34","modified_gmt":"2021-08-30T15:54:34","slug":"memberikan-hadiah-%e5%85%b3%e4%ba%8e%e9%80%81%e7%a4%bc%e7%9a%84%e9%97%ae%e9%a2%98","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/memberikan-hadiah-%e5%85%b3%e4%ba%8e%e9%80%81%e7%a4%bc%e7%9a%84%e9%97%ae%e9%a2%98\/","title":{"rendered":"Memberikan Hadiah \u5173\u4e8e\u9001\u793c\u7684\u95ee\u9898"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tanya Jawab Seputar Dharma<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tanya [134]: <\/strong>Master, hadiah yang diberikan saat tahun baru atau hari raya lainnya, adakah hal yang harus diperhatikan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawab [134]:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Jangan memberi hadiah berupa sepatu, dalam mandarin sepatu \u2013 \u201c<em>xie zi<\/em>\u201d, memiliki pelafalan yang sama dengan \u201c<em>xie<\/em>\u201d yang berarti sesat. Oleh karena itu, sepatu dalam tradisi secara turun-menurun disamakan dengan \u201c<em>xie <\/em>\u2013 sesat\u201d. \u201cTidak benar\u201d berarti \u201csesat\u201d, kedengarannya sangat tidak bagus.<\/li><li>Selain itu mengenai sepatu, masih ada beberapa hal yang harus diperhatikan;<\/li><li>Jangan mengenakan sepatu bekas orang lain,<\/li><li>Jangan mengenakan sepatu berwarna putih, merah dan kuning,<\/li><li>Bagi wanita yang ingin hamil jangan mengenakan sepatu hak tinggi, karena orang yang mengenakan sepatu hak tinggi, kakinya tidak menapak ke tanah dan tidak stabil, akan lebih mudah sakit.<\/li><li>Biasakan menutup rak sepatu dan menjaga kebersihannya, jika tidak akan mempengaruhi medan aura rumah.<\/li><li>Jika meletakkan sepatu mengarah ke dalam, maka energi negatif akan masuk ke rumah, jika sepatu diletakkan mengarah ke luar, maka energi negatif akan keluar.<\/li><li>Keset di pintu masuk harus diletakkan di luar rumah, sebelum masuk menginjak-injak keset terlebih dahulu, membuang energi negatif di luar.<\/li><li>Jika Anda bermimpi tentang sepatu biasanya pertanda buruk, menandakan adanya ketidaklancaran dan kesulitan, bila bermimpi seperti ini, tambahkan pelafalan {Xiao Zai Ji Xiang Shen Zhou} dalam PR harian; jika masalah yang timbul berasal dari hubungan dengan orang lain, seperti \u201c<em>chuan xiao xie<\/em>\u201d\u2013 dipersulit orang lain, perlu melafalkan {Jie Jie Zhou}, serta terus melafalkan Xiao Fang Zi untuk penagih hutang karma sendiri.<\/li><li>Jangan memberikan jam sebagai hadiah, \u201c<em>song zhong<\/em>\u201d \u2013 memberikan jam, memiliki intonasi yang sama dengan \u201c<em>song zhong<\/em>\u201d yang berarti mengantarkan orang menuju ajal.<\/li><li>Jam mewakili dunia <em>yin<\/em> dan <em>yang<\/em>, begitu waktunya tiba, berdentang berapa kali, maka waktu selamanya berlalu, tidak akan kembali, sama dengan memotong umur, teorinya sama dengan jangan merayakan ulang tahun.<\/li><li>Jangan begitu masuk rumah langsung melihat jam dinding atau jam antik besar (berdiri), jangan memasang jam di dalam kamar tidur, bila Anda ingin memasang jam di rumah, boleh digantung di dapur.<\/li><li>Bila bermimpi tentang jam biasanya juga tidak baik, berarti waktunya sudah hampir tiba, harus meningkatkan PR harian dan Xiao Fang Zi, ditambah dengan <em>xu yuan <\/em>(berikrar) dan <em>fang sheng <\/em>(melepaskan makhluk hidup).<\/li><li>Jangan memberikan gunting, pisau dan sejenisnya, gunting berarti memutuskan atau memotong.<\/li><li>Jika ada orang yang memberikan gunting di dalam mimpi, menandakan adanya keretakan atau putus hubungan.<\/li><li>Juga jangan memberikan gunting kuku.<\/li><li>Memberikan <em>angpao<\/em> dengan jumlah yang dibulatkan akan lebih baik.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"696\" height=\"847\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-886.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6663\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-886.png 696w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-886-247x300.png 247w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"696\" height=\"824\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-887.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6664\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-887.png 696w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-887-253x300.png 253w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanya Jawab Seputar Dharma Tanya [134]: Master, hadiah yang diberikan saat tahun baru atau hari<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[2475,2476],"class_list":["post-4903","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanya-jawab-master-lu","tag-memberikan-hadiah","tag-2476"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4903","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4903"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4903\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6665,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4903\/revisions\/6665"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4903"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4903"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4903"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}