{"id":4842,"date":"2021-08-30T20:36:30","date_gmt":"2021-08-30T13:36:30","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=4842"},"modified":"2021-08-30T20:36:32","modified_gmt":"2021-08-30T13:36:32","slug":"bila-mata-berkedut-%e6%9c%89%e5%85%b3%e7%9c%bc%e7%9a%ae%e8%b7%b3%e7%9a%84%e9%97%ae%e9%a2%98","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/bila-mata-berkedut-%e6%9c%89%e5%85%b3%e7%9c%bc%e7%9a%ae%e8%b7%b3%e7%9a%84%e9%97%ae%e9%a2%98\/","title":{"rendered":"Bila Mata Berkedut \u6709\u5173\u773c\u76ae\u8df3\u7684\u95ee\u9898"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tanya Jawab Seputar Dharma<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tanya [104]: <\/strong>Halo Master! Belakangan ini mata saya sering berkedut, orang-orang mengatakan \u201c<em>zuo yan tiao cai, you yan tiao zai<\/em> \u2013 mata kiri berkedut, rezeki datang; mata kanan berkedut, musibah datang\u201d, apakah benar demikian? Paritta apa yang harus saya lafalkan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawab [104]:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mata berkedut, pertama harus dilihat, apakah ada faktor personal, contohnya, tidur terlalu larut, kurang tidur.<\/li><li>Biasanya perkataan, \u201cmata kiri berkedut, rezeki datang;\u00a0 mata kanan berkedut, musibah datang\u201d, hal ini tidak selalu benar.<\/li><li>Menentukan baik buruknya hal yang akan terjadi dengan mata berkedut, ada caranya sendiri, bisa dengan berdasarkan tanggalan hari itu menghitungnya dalam 4 faktor : \u201c<em>jiu <\/em>\u2013 arak\u201d, \u201c<em>shi <\/em>\u2013 makanan\u201d, \u201c<em>cai <\/em>\u2013 harta\u201d, \u201c<em>qi <\/em>\u2013 amarah\u201d. \u201c<em>jiu<\/em>\u201d berarti bisa minum arak, \u201c<em>shi<\/em>\u201d berarti akan ada yang mentraktir makan, \u201c<em>cai<\/em>\u201d berarti akan ada rezeki, \u201c<em>qi<\/em>\u201d berarti akan marah atau kesal, yang ini bukan pertanda baik.<\/li><li>Cara menghitung kedutan mata: dihitung dari bagian mata kita yang berkedut, lalu ke: \u201ckiri atas \u2192 kanan atas \u2192 kanan bawah \u2192 kiri bawah \u2192 kiri atas &#8230; \u201d terus sesuai urutan, atau dengan kata lain, menghitung searah jarum jam sesuai dengan jumlah penambahan angka tanggal dan bulan hari itu (penanggalan masehi), lalu searah jarum jam menghitung kembali dengan \u201c<em>jiu, shi, cai, qi<\/em>\u201d, coba dilihat jatuh di huruf mana akhir hitungan Anda, dengan demikian Anda bisa mengetahui makna kedutan mata Anda.<\/li><li>Contohnya: hari ini tanggal 5 Mei (tanggal 5 bulan 5), mata kanan atas Anda berkedut. Maka jumlah penambahan tanggal dan bulan menjadi 5+5= 10, lalu dihitung searah jarum jam mulai dari mata kanan atas: 1 mata kanan atas, 2 mata kanan bawah, 3 kiri bawah, 4 kiri atas, 5 kanan atas, 6 kanan bawah, 7 kiri bawah, 8 kiri atas, 9 kanan atas, 10 kanan bawah; lalu dihitung sekali lagi berdasarkan \u201c<em>jiu<\/em>, <em>shi, cai, qi<\/em>\u201d: \u201c<em>jiu<\/em>\u201d di kiri bawah, \u201c<em>shi<\/em>\u201d kiri atas, \u201c<em>cai<\/em>\u201d kanan atas, \u201c<em>qi<\/em>\u201d kanan bawah. Karena mata yang berkedut di sebelah kanan atas, berarti \u201c<em>cai<\/em>\u201d, maka ini menandakan Anda akan mendapatkan rezeki.<\/li><li>Setelah dihitung berkali-kali, kita bisa mengetahui tidak peduli mata yang mana yang berkedut, dengan menggunakan cara di atas hasilnya akan sama, dengan kata lain, mata berkedut hanya berhubungan dengan hari dan bulan. Maka cara menghitung yang termudah adalah: X bulan Y hari. T = X+Y, maka hasil dari T dibagi 4, mendapat hasil N. N=0? 1? 2? 3? Bila 0 = <em>jiu<\/em>, 3 = <em>shi<\/em>, 2 = <em>cai<\/em>, 1 = <em>qi<\/em>.<\/li><li>Selain itu, jika mata Anda berkedut terus-menerus, ditinjau dari sudut pandang ilmu kedokteran, mungkin saraf Anda kekurangan vitamin tertentu.<\/li><li>Jika dilihat dari sudut pandang Ajaran Buddha Dharma, maka mungkin ada arwah asing di tubuh Anda, dan Anda perlu segera melafalkan Xiao Fang Zi.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"726\" height=\"919\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-822.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6565\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-822.png 726w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-822-237x300.png 237w\" sizes=\"auto, (max-width: 726px) 100vw, 726px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"726\" height=\"753\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-823.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6566\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-823.png 726w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-823-289x300.png 289w\" sizes=\"auto, (max-width: 726px) 100vw, 726px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanya Jawab Seputar Dharma Tanya [104]: Halo Master! Belakangan ini mata saya sering berkedut, orang-orang<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[2415,2416],"class_list":["post-4842","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanya-jawab-master-lu","tag-bila-mata-berkedut","tag-2416"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4842","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4842"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4842\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6567,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4842\/revisions\/6567"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4842"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4842"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4842"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}