{"id":4825,"date":"2021-08-30T20:05:10","date_gmt":"2021-08-30T13:05:10","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=4825"},"modified":"2021-08-30T20:05:13","modified_gmt":"2021-08-30T13:05:13","slug":"memasang-dupa-pertama-dupa-awal-melafalkan-paritta-di-malam-tahun-baru-imlek-%e6%9c%89%e5%85%b3%e5%b9%b4%e5%88%9d%e4%b8%80%e4%b8%8a%e5%a4%b4%e9%a6%99%e5%8f%8a%e5%bf%b5%e7%bb%8f%e4%ba%8b","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/memasang-dupa-pertama-dupa-awal-melafalkan-paritta-di-malam-tahun-baru-imlek-%e6%9c%89%e5%85%b3%e5%b9%b4%e5%88%9d%e4%b8%80%e4%b8%8a%e5%a4%b4%e9%a6%99%e5%8f%8a%e5%bf%b5%e7%bb%8f%e4%ba%8b\/","title":{"rendered":"Memasang Dupa Pertama (Dupa Awal) &amp; Melafalkan Paritta di Malam Tahun Baru Imlek \u6709\u5173\u5e74\u521d\u4e00\u4e0a\u5934\u9999\u53ca\u5ff5\u7ecf\u4e8b\u5b9c"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tanya Jawab Seputar Dharma<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tanya [96]: <\/strong>Master, tahun baru Imlek sebentar lagi tiba, bagaimana cara memasang dupa pertama? Apakah yang perlu kami perhatikan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawab [96]:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Makna dari memasang dupa pertama atau dupa awal (<em>shang tou xiang<\/em>) di malam tahun baru Imlek, bukanlah dupa yang dinyalakan pertama kali di hari Imlek, melainkan dupa yang dinyalakan di malam detik pergantian tahun, dari pukul 12 tepat di tengah malam sampai pukul 2 dini hari, semua dupa yang dinyalakan dalam kurun waktu dua jam ini terhitung sebagai dupa pertama. Karena dalam kurun waktu ini, Buddha dan Bodhisattva, Guan Shi Yin Pu Sa, para Bodhisattva yang sedang bertugas, serta para Buddha, Bodhisattva, Naga Langit dan Dewa Pelindung Dharma di seluruh penjuru dan tiga masa akan turun ke dunia, maka akan bagus sekali untuk memasang dupa di saat ini, waktu pemasangan dupa disesuaikan dengan waktu setempat. Waktu pemasangan dupa pertama yang paling baik adalah di pukul 12.00 malam pada tanggal 30 bulan lunar (malam tahun baru Imlek), atau sama dengan pukul 00.00 pada tanggal 1 bulan lunar, biasanya pemasangan dupa dari pukul 12 malam sampai pukul 2 dini hari terhitung sebagai dupa awal, dupa yang dinyalakan di antara pukul 12 malam sampai pukul 1 dini hari dinamakan \u201c<em>tou tou xiang<\/em>\u201d\u2013 dupa yang paling awal.<\/li><li>Di zaman periode akhir Dharma, Bodhisattva sudah masuk ke dalam rupang atau gambar yang kita puja di altar rumah kita, bagi teman se-Dharma yang memiliki altar, boleh menyalakan dupa awal di altar rumah dengan perasaan hormat dan tulus tanpa perlu pergi keluar. Bila Anda tidak memiliki altar di rumah, bisa pergi ke kuil atau kelenteng sekitar yang ramai dikunjungi untuk bersembahyang dan memasang dupa di sana.<\/li><li>Sebelum menyalakan dupa pertama, tidak boleh minum arak atau minuman keras, makan daging. Diharapkan untuk menyikat gigi, mandi (terutama bagi perempuan yang sedang haid harus mandi). Berpakaian rapih, dengan pakaian berwarna terang atau dominan merah. Jangan mengenakan pakaian berwarna hitam atau putih dan rok mini serta sandal. Sebaiknya juga menyalakan lampu di rumah semalaman suntuk (sampai pagi).<\/li><li>Mencuci bersih buah dan bunga yang akan dipersembahkan, lalu diletakkan di altar, saat diletakkan boleh mulai memohon kepada Bodhisattva. Jangan mempersembahkan buah pisang, <em>peach <\/em>(buah persik) atau makanan buatan manusia. Pada sekitar pukul 00.00 (kurang lebih) bisa mulai menyalakan dupa (jangan menggunakan dupa yang patah), dengan hormat menancapkan dupa, lalu bersembah sujud, dengan tulus berdoa kepada Bodhisattva. Sewaktu pemasangan dupa berlangsung, lampu minyak harus tetap menyala.<\/li><li>Saat berikrar, tatap Bodhisattva dengan hormat, ucapkan nama lengkap (nama resmi) Anda sebanyak 3x dan mohon Bodhisattva untuk memberkati. Jika Anda pernah mengganti nama sebelumnya, atau memiliki nama panggilan atau pernah menggunakan nama asing yang berbeda dari nama Anda sewaktu dilahirkan, sebaiknya jangan menyebutkan nama-nama ini kecuali permohonan penggantian nama atas nama-nama ini yang Anda ajukan di depan rupang atau gambar Buddha dan Bodhisattva sudah berhasil. Jika Anda masih belum yakin, maka sebaiknya menggunakan nama yang paling sering Anda pakai atau nama yang paling sering digunakan orang lain untuk memanggil Anda.<\/li><li>Permohonan kepada Bodhisattva bisa diucapkan dalam hati atau dengan suara kecil, sebaiknya dibatasi 2 permohonan. Setiap anggota keluarga boleh mengucapkan 2 buah permohonan. Biasanya 2 permohonan ini bisa terkabul, sampai pada permohonan ketiga, Anda bisa mengucapkan permohonan umum seperti memohon kesehatan dan keselamatan dan sebagainya, namun jangan memohon hal penting lainnya. Jika permohonan Anda terlalu banyak dan rumit, dan memiliki pemikiran tamak, maka permohonannya tidak akan terwujud.<\/li><li>Semakin banyak paritta yang dilafalkan di malam tahun baru Imlek tanggal 30 sampai tanggal 1 dini hari di bulan lunar semakin bagus, jasa kebajikan yang diperoleh juga akan berlipat ganda, sebaiknya banyak melafalkan {Da Bei Zhou}, {Xin Jing}, {Li Fo Da Chan Hui Wen}, semua paritta boleh dilafalkan di malam tahun baru Imlek, termasuk Xiao Fang Zi, {Xin Jing}, {Wang Sheng Zhou} dan paritta-paritta lainnya yang biasanya tidak bisa dilafalkan di malam hari.<\/li><li>Jika Anda tidak memiliki altar di rumah, maka boleh memasang dupa hati, tetapi hasilnya tidak akan sebanding dengan memasang dupa awal sungguhan, dan juga tidak disarankan untuk melafalkan paritta semalaman suntuk.<\/li><li>Di malam pergantian tahun baru Imlek (pergantian dari tanggal 30 ke tanggal 1 penanggalan lunar), adalah satu momen penting untuk \u201cmeninggalkan yang lama, menyambut yang baru\u201d, kita harus bergembira, banyak mengatakan perkataan yang baik, dan banyak melafalkan paritta. Sebelum tanggal 1 tiba, sebaiknya jangan tidur, jika Anda tidur sebelum pukul 12 malam, ini namanya \u201ctahun yang lama tidak berlalu, tahun yang baru tidak akan datang\u201d, oleh karena itu, kita harus \u201c<em>shou sui<\/em>\u201d atau menjaga tahun, semakin panjang waktu <em>shou sui<\/em>, maka semakin panjang umur orang tua dan para tetua dalam keluarga kita. Pada malam tahun baru Imlek, Anda boleh menyalakan semua lampu di rumah Anda, supaya rumah Anda menjadi lebih terang. Di malam tahun baru Imlek, sebaiknya kurangi bercermin, setiap kali bercermin jangan lebih dari setengah menit, jangan memecahkan mangkuk atau gelas di rumah, jangan menumpahkan minyak di rumah, jangan berteriak atau berbicara dengan suara keras, hindari keramaian dan keributan, tentu saja yang terbaik adalah jangan bertengkar.<\/li><li>Di hari pertama Imlek sebaiknya jangan pergi ke rumah orang lain. Jika perekonomian keluarga seseorang kurang bagus, walaupun pada kenyataannya \u201ctidak ada\u201d, tetap harus dikatakan \u201cada\u201d. Selain itu, di bulan pertama tahun baru Imlek, jangan biarkan rumah Anda dalam keadaan kosong secara terus\u2013menerus, dan sebaiknya jangan sampai seluruh anggota sekeluarga pergi keluar bertamasya di bulan ini (rumah tidak ada orang sama sekali), karena jika rumah Anda dalam keadaan kosong, maka akan mudah mengundang arwah asing.<\/li><li>Di pagi atau siang hari di tanggal 30 penanggalan lunar (sehari sebelum Imlek), boleh mengeluarkan foto keluarga atau leluhur yang telah meninggal, mendoakan dan membakar Xiao Fang Zi untuk mereka, selain itu boleh juga dilakukan di pagi hari pada hari Imlek setelah pukul 9 pagi, namun jangan dilakukan di malam tahun baru Imlek, pada masa-masa Imlek, Anda juga boleh mendoakan arwah sanak keluarga yang telah meninggal.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"726\" height=\"692\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-793.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6525\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-793.png 726w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-793-300x286.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 726px) 100vw, 726px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"738\" height=\"978\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-794.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6526\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-794.png 738w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-794-226x300.png 226w\" sizes=\"auto, (max-width: 738px) 100vw, 738px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"738\" height=\"978\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-796.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6528\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-796.png 738w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-796-226x300.png 226w\" sizes=\"auto, (max-width: 738px) 100vw, 738px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"726\" height=\"360\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-797.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6529\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-797.png 726w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-797-300x149.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 726px) 100vw, 726px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanya Jawab Seputar Dharma Tanya [96]: Master, tahun baru Imlek sebentar lagi tiba, bagaimana cara<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[2399,2400],"class_list":["post-4825","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanya-jawab-master-lu","tag-memasang-dupa-pertama-dupa-awal-melafalkan-paritta-di-malam-tahun-baru-imlek","tag-2400"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4825","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4825"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4825\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6530,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4825\/revisions\/6530"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4825"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4825"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4825"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}