{"id":4817,"date":"2021-08-30T19:38:18","date_gmt":"2021-08-30T12:38:18","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=4817"},"modified":"2021-08-30T19:38:21","modified_gmt":"2021-08-30T12:38:21","slug":"melafalkan-paritta-bagi-ibu-hamil-%e6%9c%89%e5%85%b3%e5%ad%95%e5%a6%87%e5%bf%b5%e7%bb%8f%e7%9a%84%e9%97%ae%e9%a2%98","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/melafalkan-paritta-bagi-ibu-hamil-%e6%9c%89%e5%85%b3%e5%ad%95%e5%a6%87%e5%bf%b5%e7%bb%8f%e7%9a%84%e9%97%ae%e9%a2%98\/","title":{"rendered":"Melafalkan Paritta bagi Ibu Hamil \u6709\u5173\u5b55\u5987\u5ff5\u7ecf\u7684\u95ee\u9898"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tanya Jawab Seputar Dharma<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tanya [92]: <\/strong>Master Lu, paritta apa yang boleh dilafalkan ibu hamil untuk anaknya? Apakah ibu hamil masih boleh melafalkan Xiao Fang Zi? Mohon petunjuknya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawab [92]:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Paritta yang boleh dilafalkan seorang ibu hamil, sebaiknya ditentukan setelah diterawang totemnya, ditentukan oleh kedudukan arwah (asal usul di kehidupan sebelumnya dan tingkat pembinaan diri yang pernah dicapainya) dari setiap janin yang berbeda-beda, contohnya ada seorang ibu yang pada mulanya sudah menderita, setelah hamil, arwah yang masuk menjadi janinnya juga ternyata kurang baik, maka nasib sang ibu akan semakin susah, dia seharusnya melafalkan paritta {Gong De Bao Shan Shen Zhou} lebih awal, supaya kebajikan anak ini dari kehidupan sebelumnya bisa digunakan untuk menghindarkan bencana di kehidupan ini, dan setelah anak ini bertumbuh besar, lafalkan paritta lain untuk menangkal karma buruknya, biasanya untuk ibu hamil boleh melafalkan sebanyak 27x setiap hari.<\/li><li>Jika seorang ibu tubuhnya memang lemah, sering sakit atau mengandung anak perempuan, kekurangan energi <em>yang<\/em>, maka lafalkan paritta {Da Bei Zhou} sebanyak 7x atau lebih, semakin banyak semakin baik.<\/li><li>Jika janin yang dikandung pendengaran atau penglihatannya tidak bagus, atau ada cacat dalam kandungan, maka bisa melafalkan {Xin Jing} sebanyak 7x atau lebih untuk membuka kebijaksanaannya.<\/li><li>Jika karma buruk janin ini sangat besar, boleh melafalkan 1x {Li Fo Da Chan Hui Wen} setiap hari, 21x {Qi Fo Mie Zui Zhen Yan}, untuk menyesali karma buruk yang dilakukan, mengurai sebagian karma buruk dari kehidupan yang lalu.<\/li><li>Dalam keadaan tidak diterawang totemnya, biasanya seorang ibu hamil bisa melafalkan paritta untuk bayinya setiap hari: 3x {Da Bei Zhou}, 7x {Xin Jing}, 27x {Gong De Bao Shan Shen Zhou}, 21x {Qi Fo Mie Zui Zhen Yan}, pada kondisi normal, tidak disarankan untuk melafalkan {Li Fo Da Chan Hui Wen} bagi janin. Namun apabila kondisi janin terasa tidak stabil, dan beberapa ada respon dari tubuh ibu, boleh melafalkan 1x {Li Fo Da Chan Hui Wen} bagi janin. Jumlah paritta yang dilafalkan sebaiknya jangan sembarangan ditambahkan terlalu banyak, dan jangan melafalkan Xiao Fang Zi untuk janin Anda.<\/li><li>Dalam masa kehamilan 3 bulan pertama, jika tubuh ibu hamil sangat sehat dan tidak bermasalah, sebaiknya untuk sementara jangan melafalkan Xiao Fang Zi, setelah lewat 3 bulan, saat janin sudah lebih stabil, baru boleh melafalkan Xiao Fang Zi untuk penagih hutang karma sendiri atau arwah bayi yang pernah keguguran atau digugurkan.<\/li><li>Jika ada arwah asing pada tubuh ibu hamil, contohnya sering mengalami musibah, sakit atau ada tanda-tanda keguguran atau bercak darah, sering bermimpi buruk, ada yang menagih hutang dalam mimpi, atau setelah bertanya dan diterawang totemnya oleh Master, memang dinyatakan ada arwah asing di tubuhnya, maka perlu segera melafalkan Xiao Fang Zi untuk mendoakan penagih hutang karma ibu hamil tersebut.<\/li><li>Akan lebih baik jika ada teman se-Dharma lain atau sanak keluarga lainnya yang bisa membantu mendoakannya (arwah asing di tubuh ibu hamil).<\/li><li>Ibu hamil boleh membakar sendiri Xiao Fang Zi untuknya.<\/li><li>Ibu hamil hanya boleh melafalkan Xiao Fang Zi di pagi atau siang hari.<\/li><li>Ibu hamil sebaiknya jangan mendoakan arwah orang lain yang sudah meninggal (<em>chao du<\/em>), seperti anggota keluarga yang sudah meninggal, terutama menghindari mendoakan arwah asing di tubuh orang yang sakit parah.<\/li><li>PR harian ibu yang hamil tetap harus dilafalkan, seperti {Da Bei Zhou}, {Xin Jing}, {Li Fo Da Chan Hui Wen}, {Zhun Ti Shen Zhou} dan paritta lainnya. Di antaranya adalah paritta {Da Bei Zhou} yang bagus sekali bila dilafalkan lebih banyak, dan pada malam hari juga sebaiknya hanya melafalkan {Da Bei Zhou}.<\/li><li>Untuk ibu hamil harus lebih sering berjemur matahari, banyak menyembah Bodhisattva. Contohnya apabila si ibu hamil sering memandang rupang atau gambar Bodhisattva dan merasa senang, maka anak yang dilahirkan juga pasti akan berparas cantik.<\/li><li>Saat janin baru mulai terbentuk (masa kehamilan bulan pertama), ibu hamil sebaiknya tinggal di rumah dengan tenang, jangan pergi ke tempat-tempat yang ramai atau tempat yang kurang energi <em>yang<\/em>, seperti rumah sakit, tempat pemakaman, sebaiknya juga jangan pergi ke tempat ibadah, karena sebagian besar tempat-tempat tersebut terdapat kuburan di halaman belakangnya.<\/li><li>Ibu hamil pada masa 3 bulan awal kehamilan, karena janinnya masih belum stabil, biasanya tidak disarankan untuk pergi melakukan pelepasan makhluk hidup atau <em>fang sheng<\/em>, bisa diwakilkan oleh anggota keluarganya; setelah melewati 3 bulan masa kehamilan, ibu hamil boleh pergi melakukan pelepasan makhluk hidup, namun biasanya tidak disarankan untuk melakukan pelepasan makhluk hidup bagi janin yang dikandungnya, juga jangan melafalkan Xiao Fang Zi langsung untuk janin (kecuali dalam keadaan tertentu).<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"726\" height=\"950\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-771.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6498\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-771.png 726w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-771-229x300.png 229w\" sizes=\"auto, (max-width: 726px) 100vw, 726px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"726\" height=\"875\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-772.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6499\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-772.png 726w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-772-249x300.png 249w\" sizes=\"auto, (max-width: 726px) 100vw, 726px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"726\" height=\"772\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-773.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6500\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-773.png 726w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-773-282x300.png 282w\" sizes=\"auto, (max-width: 726px) 100vw, 726px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanya Jawab Seputar Dharma Tanya [92]: Master Lu, paritta apa yang boleh dilafalkan ibu hamil<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[2391,2392],"class_list":["post-4817","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanya-jawab-master-lu","tag-melafalkan-paritta-bagi-ibu-hamil","tag-2392"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4817","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4817"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4817\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6501,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4817\/revisions\/6501"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4817"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4817"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4817"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}