{"id":4797,"date":"2021-08-30T17:43:58","date_gmt":"2021-08-30T10:43:58","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=4797"},"modified":"2021-08-30T17:51:04","modified_gmt":"2021-08-30T10:51:04","slug":"menderita-tumor-di-wajah-%e6%9c%89%e5%85%b3%e8%ae%b8%e6%84%bf%e5%bf%b5%e7%bb%8f%e7%9a%84%e9%97%ae%e9%a2%98","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/menderita-tumor-di-wajah-%e6%9c%89%e5%85%b3%e8%ae%b8%e6%84%bf%e5%bf%b5%e7%bb%8f%e7%9a%84%e9%97%ae%e9%a2%98\/","title":{"rendered":"Menderita Tumor di Wajah \u6709\u5173\u8138\u90e8\u957f\u80bf\u7624\u7684\u95ee\u9898"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tanya Jawab Seputar Dharma<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tanya [85]: <\/strong>Ada anak laki-laki dari seorang teman sekolah menderita tumor di hidungnya, paritta apa yang harus dilafalkan? Lalu apa lagi yang bisa dilakukan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawab [85]:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Bila ada tumor di wajah, ini adalah wujud pembalasan karma yang sangat berat.<\/li><li>Tubuh manusia terbagi menjadi bagian <em>yang<\/em> dan bagian <em>yin<\/em>. Semua bagian tubuh yang tertutupi oleh pakaian termasuk dalam bagian <em>yin<\/em>; sedangkan bagian tubuh lainnya yang tidak tertutup termasuk dalam bagian <em>yang<\/em>. Ada juga bagian yang bisa tertutup dan juga bisa tidak, maka termasuk separuh <em>yin<\/em> separuh <em>yang<\/em>.<\/li><li>Wajah termasuk dalam bagian <em>yang<\/em>. Jika tumbuh tumor dalam bagian <em>yang<\/em>, atau bagian yang mudah terlihat orang lain, maka ini sama seperti wujud pembalasan karma di kehidupan ini, seperti penjahat pada zaman dahulu yang dicap atau ditato di bagian wajahnya, supaya orang-orang langsung mengenali bahwa dia adalah orang jahat, ini adalah buah karma buruk yang sangat besar.<\/li><li>Jika menderita tumor di wajah, dan menyadari bahwa ini adalah balasan karma buruk, maka harus percaya kepada Buddha, melafalkan paritta, lafalkan {Li Fo Da Chan Hui Wen} sebanyak mungkin, disertai dengan Xiao Fang Zi, selain itu juga harus melepaskan makhluk hidup dan berikrar. Untuk keterangan lebih lanjut, silakan membaca {Tanya Jawab Seputar Dharma} No.82, mengenai \u201cPelafalan Paritta bagi Penderita Penyakit Kritis\u201d dan No. 161, mengenai \u201cPelafalan {Li Fo Da Chan Hui Wen} di Hari Raya Khusus dan Hari Kelahiran Para Buddha\u201d.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"708\" height=\"912\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-691.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6377\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-691.png 708w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-691-233x300.png 233w\" sizes=\"auto, (max-width: 708px) 100vw, 708px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanya Jawab Seputar Dharma Tanya [85]: Ada anak laki-laki dari seorang teman sekolah menderita tumor<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[2377,2379],"class_list":["post-4797","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanya-jawab-master-lu","tag-menderita-tumor-di-wajah","tag-2379"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4797","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4797"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4797\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6390,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4797\/revisions\/6390"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4797"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4797"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4797"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}