{"id":4756,"date":"2021-08-30T17:19:26","date_gmt":"2021-08-30T10:19:26","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=4756"},"modified":"2021-08-30T17:19:28","modified_gmt":"2021-08-30T10:19:28","slug":"bernasib-perjaka-atau-perawan-%e6%9c%89%e5%85%b3%e7%ab%a5%e7%94%b7%e5%91%bd%e3%80%81%e5%a5%b3%e7%9a%84%e9%97%ae%e9%a2%98","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/bernasib-perjaka-atau-perawan-%e6%9c%89%e5%85%b3%e7%ab%a5%e7%94%b7%e5%91%bd%e3%80%81%e5%a5%b3%e7%9a%84%e9%97%ae%e9%a2%98\/","title":{"rendered":"Bernasib \u201cPerjaka\u201d atau \u201cPerawan\u201d \u6709\u5173\u7ae5\u7537\u547d\u3001\u5973\u7684\u95ee\u9898"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tanya Jawab Seputar Dharma<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tanya [80]: <\/strong>Master Lu, dalam budaya legenda Tionghoa, jika ada orang yang bernasib \u201cperjaka\u201d atau \u201cperawan\u201d biasanya akan mengalami banyak kesulitan dalam hidupnya. Paritta apa saja yang harus mereka lafalkan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawab [80]:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Istilah bernasib \u201c<em>Tong Zi (Nan) Ming \u2013 <\/em>perjaka<em>\u201d atau \u201c Tong Nu Ming \u2013<\/em>perawan\u201d berasal dari desa-desa di Tiongkok dari zaman kuno, ada satu pengertian yang mengatakan bahwa mereka ditakdirkan untuk tidak menikah, seperti anak yang turun dari Alam Surga tidak bisa menjalani kehidupan duniawi, tidak cocok untuk menikah, orang-orang yang bernasib seperti ini akan jatuh sakit bila menikah. Mereka sangat suci dan biasanya berumur panjang, tetapi ada beberapa orang yang mati di usia muda setelah mereka menikah.<\/li><li>Penjelasan lainnya adalah orang yang berumur pendek, terkadang mereka terlahir untuk membayar hutang karma pada orang tua, setelah selesai maka mereka akan pergi. Banyak anak-anak laki-laki dan perempuan yang datang ke dunia ini berasal dari Akhirat untuk menjalani penderitaan dalam waktu yang singkat, lalu akan ditarik kembali ke bawah. Juga ada sebagian anak laki-laki dan perempuan yang turun dari Surga, untuk mewujudkan janji atau membayar hutang karma mereka, setelah hutang karma itu terlunasi, maka mereka akan kembali ke Surga atau terlahir di keluarga yang lebih baik.<\/li><li>Laki-laki dan perempuan yang bernasib seperti ini juga harus membina diri dengan tekun, melafalkan paritta dengan baik, agar mereka juga bisa mencapai kesempurnaan, yang terpenting teruslah melafalkan PR harian: {Da Bei Zhou}, {Xin Jing}, {Li Fo Da Chan Hui Wen} dan paritta lainnya, juga harus melafalkan {Jie Jie Zhou}, {Xiao Zai Ji Xiang Shen Zhou}, dan {Sheng Wu Liang Shou Jue Ding Guang Ming Wang Tuo Luo Ni}, bersama dengan Xiao Fang Zi, ditambah dengan berikrar dan melepaskan makhluk hidup.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"726\" height=\"963\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-678.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6359\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-678.png 726w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-678-226x300.png 226w\" sizes=\"auto, (max-width: 726px) 100vw, 726px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanya Jawab Seputar Dharma Tanya [80]: Master Lu, dalam budaya legenda Tionghoa, jika ada orang<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[2367,2368],"class_list":["post-4756","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanya-jawab-master-lu","tag-bernasib-perjaka-atau-perawan","tag-2368"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4756","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4756"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4756\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6360,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4756\/revisions\/6360"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4756"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4756"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4756"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}