{"id":4720,"date":"2021-08-30T15:35:05","date_gmt":"2021-08-30T08:35:05","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=4720"},"modified":"2021-08-30T15:35:07","modified_gmt":"2021-08-30T08:35:07","slug":"perihal-fang-sheng-melepas-makhluk-hidup-%e6%9c%89%e5%85%b3%e6%94%be%e7%94%9f%e7%9a%84%e9%97%ae%e9%a2%98","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/perihal-fang-sheng-melepas-makhluk-hidup-%e6%9c%89%e5%85%b3%e6%94%be%e7%94%9f%e7%9a%84%e9%97%ae%e9%a2%98\/","title":{"rendered":"Perihal Fang Sheng \u2013 Melepas Makhluk Hidup \u6709\u5173\u653e\u751f\u7684\u95ee\u9898"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tanya Jawab Seputar Dharma<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tanya [63]: <\/strong>Saya sudah 2 bulan belajar ajaran Master Lu, saya merasa yang Anda ajarkan sangat bagus, saya juga dua kali pergi <em>fang sheng<\/em> \u2013 melepaskan makhluk hidup sendiri. Yang pertama kali, saya membeli seekor kura-kura besar, setelah memohon berkat dari Guan Shi Yin Pu Sa, saya melafalkan {Wang Sheng Zhou} sepanjang jalan sampai melepasnya. Saat pulang saya merasa ada yang tidak benar, lalu saya mencari tata cara <em>fang sheng<\/em> di internet, saya mencatat tata cara yang cukup serius dan saya mengundang keluarga saya untuk pergi&nbsp; <em>fang sheng<\/em> bersama, tetapi paritta yang kami lafalkan menurut tata cara itu terlalu panjang, semua orang menjadi kesal, sebenarnya saya ingin meminta mereka untuk pergi <em>fang sheng<\/em> setiap tanggal 1 dan 15 bulan lunar, pada akhirnya saya tidak berani mengutarakan ide ini. Rencana <em>fang sheng<\/em> jadi tertunda, dan tidak ada wejangan Master tentang hal ini, saya takut apa yang saya lakukan salah. Oleh karena itu, saya mohon kepada Master Lu untuk menuliskan tata cara <em>fang sheng<\/em> yang benar di dalam <em>blog<\/em>, supaya kami para umat baru bisa mempelajarinya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawab [63]:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Jasa kebajikan apa yang dapat diperoleh dengan melakukan <em>fang sheng<\/em>: <em>fang sheng <\/em>atau melepaskan makhluk hidup, berarti berdana dengan uang, berdana dengan membabarkan Dharma, berdana dengan membebaskan makhluk lain dari ketakutan, berdana dalam ketiga hal ini, adalah jasa kebajikan yang tak terhingga besarnya. Manfaat terbesar yang diperoleh dengan melakukan <em>fang sheng<\/em> adalah terhindar dari segala malapetaka dan panjang umur.<\/li><li>Siapa saja yang perlu melakukan <em>fang sheng<\/em>: umat Buddha atau para praktisi Buddhis, orang-orang setengah baya dan lanjut usia, para lansia (orang lanjut usia) yang sering sakit-sakitan, orang yang berbakti pada orang tua. Juga orang-orang yang memiliki pekerjaan berikut: pekerja dapur, koki, dokter aborsi, petugas pemakaman, petugas pembasmi hama, pejagal ayam atau babi atau pekerjaan di rumah penjagalan, dan lain-lain, mereka harus sering melakukan <em>fang sheng<\/em> untuk menangkal kesialan, tentu saja akan lebih baik kalau mereka bisa mencari kesempatan berganti profesi.<\/li><li>Waktu untuk <em>fang sheng<\/em>: satu tahun empat musim boleh melakukan <em>fang sheng<\/em>, tetapi bagi orang yang memohon untuk perpanjangan umur, maka sebaiknya dilakukan di hari ulang tahunnya, atau pada saat pergantian tahun, atau tanggal 1 dan 15 penanggalan lunar, hari kelahiran Buddha, atau sebelum diopname di rumah sakit, sebelum operasi, divonis penyakit kronis, baru mengalami kecelakaan atau hari-hari lainnya yang kurang baik. Dan sebaiknya dilakukan di pagi atau siang hari pada saat cuaca cerah, saat energi <em>yang<\/em> paling kuat akan mendapatkan hasil yang terbaik, hindari pergi <em>fang sheng<\/em> di malam hari. Pada saat hujan atau mendung juga boleh melakukan <em>fa<\/em>ng <em>sheng<\/em>.<\/li><li>Makhluk hidup yang dilepaskan sebaiknya memilih binatang-binatang yang sering dikonsumsi, seperti ikan, udang, kepiting, kodok, dan lain-lain, boleh juga binatang lain yang sering dibunuh atau dibasmi atau dimakan oleh manusia.<\/li><li>Saat <em>fang sheng<\/em> harus melafalkan paritta: <em>fang sheng<\/em> atau melepaskan makhluk hidup bisa menghindarkan kita dari bencana dan memperpanjang umur, sedangkan melafalkan paritta bisa melindungi diri kita, sebaiknya keduanya dilakukan secara bersamaan untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Sepanjang jalan menuju tempat <em>fang sheng<\/em>, Anda boleh mulai melafalkan paritta, paling bagus melafalkan {Da Bei Zhou}, sebelum melafal, sebut nama Anda: \u201cMohon Guan Shi Yin Pu Sa yang Maha Welas Asih memberkati saya XXX (nama sendiri) supaya terhindar dari malapetaka dan panjang umur, saya berjanji akan melakukan lebih banyak jasa kebajikan.\u201d, lalu mulai melafalkan {Da Bei Zhou}, semakin banyak semakin bagus. Jika Anda mewakili orang lain untuk melakukan <em>fang sheng<\/em>, bisa mengatakan: \u201cMohon Guan Shi Yin Pu Sa yang Maha Welas Asih memberkati keluarga saya XXX (nama orang yang diwakili) supaya terhindar dari malapetaka dan panjang umur &#8230; \u201d<\/li><li>Setelah tiba di tempat <em>fang sheng<\/em>, memandang ke langit dan mengucapkan \u201cTerima kasih Guan Shi Yin Pu Sa yang Maha Welas Asih, Maha Penolong dan Maha Tahu(<em>Gan En Na Mo Da Ci Da Bei Jiu Ku Jiu Nan Guang Da Ling Gan Guan Shi Yin Pu Sa<\/em>)\u201d sebanyak 3x, lalu melafalkan 1x {Da Bei Zhou}, 1x {Xin Jing}, dan 7x {Qi Fo Mie Zui Zhen Yan}. Sebelum melepaskan ikan ke dalam air, katakan (1x): \u201cXXX (nama sendiri) melepaskan (berapa) ekor ikan atau (berapa) kg (ikan atau udang atau binatang lainnya), Mohon Guan Shi Yin Pu Sa yang Maha Welas Asih memberkati saya XXX (atau keluarga saya YYY) agar terhindar dari malapetaka dan panjang umur &#8230; \u201d Saat melepaskan makhluk hidup boleh terus melafalkan {Da Bei Zhou}, {Xin Jing}, {Wang Sheng Zhou} yang jumlahnya tidak dibatasi, semakin banyak semakin bagus. Lalu melepaskan ikan ke air secara pelan-pelan dan hati-hati, jangan sampai menyakiti ikan yang dilepaskan.<\/li><li>Sebelum melepaskan makhluk hidup, sebaiknya memohon kepada Bodhisattva: jika sewaktu <em>fang sheng<\/em>, ada ikan atau binatang lain yang dilepaskan tertangkap kembali dan ada masalah polusi lingkungan, mohon Guan Shi Yin Pu Sa yang Maha Welas Asih, Maha Penolong, dan Maha Tahu, serta Dewa Pelindung Dharma memaafkan saya. Mengucapkan permohonan ini untuk mengatasi masalah saat ikan atau binatang yang dilepaskan tidak bisa beradaptasi dengan baik dalam lingkungan barunya, seperti, ada polusi air, mungkin juga jenis ikan yang dilepas biasanya tidak hidup di habitat air yang begini, atau ada ikan lain yang lebih besar memangsa ikan yang lebih kecil, dan berbagai hal lainnya. Apabila sebelumnya sudah mengetahui bahwa banyak orang suka memancing di tempat tersebut, atau ikan air tawar tidak bisa dilepaskan di laut (ikan laut juga tidak bisa dilepaskan di air tawar), dan permasalahan sejenis lainnya, maka memang seharusnya dihindari, memilih tempat pelepasan yang paling tepat untuk menjamin kegiatan <em>fang sheng<\/em> bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturan.<\/li><li>Jika pada saat <em>fang sheng,<\/em> ada ikan, udang, kepiting dan binatang lainnya yang mati, maka harus melafalkan {Wang Sheng Zhou} untuk mendoakan arwah mereka ke alam yang lebih baik, biasanya 3x {Wang Sheng Zhou} untuk setiap ekor udang, 7x {Wang Sheng Zhou} untuk setiap ekor kepiting, 7x {Wang Sheng Zhou} untuk setiap ekor ikan.<\/li><li>Uang yang digunakan untuk <em>fang sheng<\/em> sebaiknya uang milik sendiri, jika membantu anggota keluarga untuk pergi <em>fang sheng<\/em> sebaiknya menggunakan uang mereka (orang yang meminta <em>fang sheng<\/em>) untuk melakukan <em>fang sheng<\/em>.<\/li><li>Jika Anda membantu orang lain untuk <em>fang sheng<\/em>, maka untuk informasi lebih lengkap silakan membaca {Tanya Jawab Seputar Dharma} No. 108, mengenai \u201cPermohonan untuk Mewakili <em>Fang Sheng<\/em>\u201d.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"732\" height=\"963\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-634.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6298\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-634.png 732w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-634-228x300.png 228w\" sizes=\"auto, (max-width: 732px) 100vw, 732px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"732\" height=\"772\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-635.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6299\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-635.png 732w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-635-284x300.png 284w\" sizes=\"auto, (max-width: 732px) 100vw, 732px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"732\" height=\"875\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-636.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6300\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-636.png 732w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-636-251x300.png 251w\" sizes=\"auto, (max-width: 732px) 100vw, 732px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"732\" height=\"360\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-637.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6301\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-637.png 732w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-637-300x148.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 732px) 100vw, 732px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanya Jawab Seputar Dharma Tanya [63]: Saya sudah 2 bulan belajar ajaran Master Lu, saya<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[2333,2334],"class_list":["post-4720","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanya-jawab-master-lu","tag-perihal-fang-sheng-melepas-makhluk-hidup","tag-2334"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4720","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4720"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4720\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6302,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4720\/revisions\/6302"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4720"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4720"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4720"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}