{"id":4671,"date":"2021-08-30T14:31:35","date_gmt":"2021-08-30T07:31:35","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=4671"},"modified":"2021-08-30T14:31:37","modified_gmt":"2021-08-30T07:31:37","slug":"terlalu-banyak-rupang-atau-gambar-buddha-bodhisattva-pada-satu-altar-%e4%bd%9b%e5%8f%b0%e6%94%be%e4%ba%86%e5%a4%aa%e5%a4%9a%e5%bc%a0%e8%8f%a9%e8%90%a8%e7%9b%b8%e7%89%87%e7%9a%84%e9%97%ae","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/terlalu-banyak-rupang-atau-gambar-buddha-bodhisattva-pada-satu-altar-%e4%bd%9b%e5%8f%b0%e6%94%be%e4%ba%86%e5%a4%aa%e5%a4%9a%e5%bc%a0%e8%8f%a9%e8%90%a8%e7%9b%b8%e7%89%87%e7%9a%84%e9%97%ae\/","title":{"rendered":"Terlalu Banyak Rupang Atau Gambar Buddha &amp; Bodhisattva Pada Satu Altar \u4f5b\u53f0\u653e\u4e86\u592a\u591a\u5f20\u83e9\u8428\u76f8\u7247\u7684\u95ee\u9898"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tanya Jawab Seputar Dharma<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tanya [49]: <\/strong>Master Lu, altar di rumah saya ditata oleh ibu mertua. Awalnya ada hanya sebuah rupang Guan Shi Yin Pu Sa dari perunggu, lalu karena mertua perempuan saya jarang tinggal di sini, maka saya sendiri yang memasang dupa dan mengganti air. Kemudian semenjak saya mulai belajar Ajaran Buddha Dharma, saya mendapatkan beberapa gambar foto Bodhisattva Ksitigarbha {<em>Di Zang Wang Pu Sa<\/em>}&nbsp;dan rupang Buddha, semuanya saya letakkan di altar. Sekarang saya hanya ingin memasang satu gambar Di Zang Wang Pu Sa dan satu gambar Buddha Sakyamuni, saya ingin menurunkan gambar yang lainnya, mohon tanya, apa yang harus saya lakukan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawab [49]:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Jika rupang atau gambar Buddha atau Bodhisattva telah menerima persembahan dupa, sebaiknya terus disembahyangi, jangan sembarangan menurunkannya, karena menurunkan gambar atau rupang Buddha atau Bodhisattva dengan sembarangan adalah perbuatan yang sangat tidak hormat.<\/li><li>Biasanya tidak boleh sembarangan menurunkan gambar atau rupang Buddha, dalam kasus Anda: jika memang terlalu banyak gambar Buddha atau Bodhisattva sebaiknya tetap disembah, tetapi jika Anda memang ingin menyimpannya, lafalkan terlebih dahulu Xiao Fang Zi sedikitnya 7 \u2013 21 lembar untuk setiap gambar atau rupang, di bagian penerima ditulis \u656c\u8d60:XXX (nama sendiri) \u623f\u5b50\u7684\u8981\u7ecf\u8005\u2013 arwah penghuni rumah XXX\u201d. Kemudian melafalkan 7x {Da Bei Zhou}, 7x {Xin Jing}, 7x {Li Fo Da Chan Hui Wen} untuk setiap gambar atau rupang. Sebelum dilafalkan harus mengucapkan: \u201cTerima kasih atas berkat perlindungan Bodhisattva YYY terhadap saya XXX (nama sendiri) dan keluarga, terima kasih Bodhisattva, terima kasih Bodhisattva.\u201d (Jangan pernah mengatakan bahwa Anda mengundang Bodhisattva YYY turun, karena ini bisa menyebabkan ketidaklancaran dalam hidup Anda).<\/li><li>Sebaiknya membungkus semua gambar atau foto tersebut dengan kain merah, diberikan ke kuil atau orang lain.<\/li><li>Selain itu, jika Anda bermimpi atau menyadari bahwa ada roh asing yang masuk ke dalam rupang atau gambar Buddha atau Bodhisattva di altar Anda, maka Anda perlu melafalkan 21 lembar\u00a0Xiao Fang Zi yang ditujukan kepada arwah penghuni rumah, ditulis \u201c\u656c\u8d60: XXX\u623f\u5b50\u7684\u8981\u7ecf\u8005\u2013 arwah penghuni rumah XXX\u201d Kemudian Anda bisa mengulang kembali ritual untuk mengundang Bodhisattva masuk menempati rupang atau gambar di altar Anda, caranya: pertama, menyalakan lampu minyak, lalu memasang dupa (sebaiknya memasang dupa besar), lalu bersembah sujud memberi hormat; kedua, mengangkat kedua tangan ke atas kepala dengan telapak tangan menghadap ke atas, sambil bervisualisasi bahwa Anda sedang memegang rupang Bodhisattva dengan kedua tangan Anda di atas kepala Anda, lalu dalam hati memohon Bodhisattva untuk menempati rupang atau gambar tersebut, kemudian lafalkan 7x {Da Bei Zhou}, 7x {Xin Jing}, dan 7x {Li Fo Da Chan Hui Wen}. Setelah menyelesaikan ritual ini, sama dengan mengundang Bodhisattva kembali memasuki rupang atau gambar di altar Anda.<\/li><li>Jika gambar atau rupang Buddha atau Bodhisattva rusak, maka perlu melafalkan 49x {Li Fo Da Chan Hui Wen}, 21 lembar Xiao Fang Zi untuk arwah penghuni rumah, selain itu segera mengganti rupang atau gambar yang rusak dengan yang baru, lalu membungkus rupang atau gambar yang rusak dan diberikan ke kuil atau kelenteng.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"720\" height=\"963\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-570.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6201\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-570.png 720w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-570-224x300.png 224w\" sizes=\"auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"720\" height=\"824\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-571.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6202\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-571.png 720w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-571-262x300.png 262w\" sizes=\"auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanya Jawab Seputar Dharma Tanya [49]: Master Lu, altar di rumah saya ditata oleh ibu<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[2305,2306],"class_list":["post-4671","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanya-jawab-master-lu","tag-terlalu-banyak-rupang-atau-gambar-buddha-bodhisattva-pada-satu-altar","tag-2306"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4671","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4671"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4671\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6203,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4671\/revisions\/6203"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4671"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4671"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4671"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}