{"id":4667,"date":"2021-08-30T14:24:43","date_gmt":"2021-08-30T07:24:43","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=4667"},"modified":"2021-08-30T14:24:45","modified_gmt":"2021-08-30T07:24:45","slug":"jumlah-lampu-minyak-lilin-persembahan-%e6%9c%89%e5%85%b3%e6%b2%b9%e7%81%af%e4%b8%8e%e8%9c%a1%e7%83%9b%e6%95%b0%e9%87%8f%e7%9a%84%e9%97%ae%e9%a2%98","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/jumlah-lampu-minyak-lilin-persembahan-%e6%9c%89%e5%85%b3%e6%b2%b9%e7%81%af%e4%b8%8e%e8%9c%a1%e7%83%9b%e6%95%b0%e9%87%8f%e7%9a%84%e9%97%ae%e9%a2%98\/","title":{"rendered":"Jumlah Lampu Minyak &amp; Lilin Persembahan \u6709\u5173\u6cb9\u706f\u4e0e\u8721\u70db\u6570\u91cf\u7684\u95ee\u9898"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tanya Jawab Seputar Dharma<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Tanya [47]: <\/strong>Master Lu, berapa sebaiknya jumlah lampu minyak dan lilin yang diletakkan di altar? Apakah kami boleh memasang lampu teratai atau lilin yang menggunakan listrik? Apakah boleh dinyalakan selama 24 jam?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Jawab [47]:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Jika Anda memuja banyak rupang atau gambar Buddha atau Bodhisattva, dan bila memang memungkinkan, sebaiknya mempersembahkan satu lampu minyak untuk setiap rupang atau gambar; jika tidak memungkinkan, boleh hanya meletakkan sepasang lampu minyak atau sebuah lampu minyak di meja altar.<\/li><li>Jika Anda hanya memuja satu Buddha atau Bodhisattva, boleh meletakkan satu atau dua pelita Buddha (lampu minyak).<\/li><li>Untuk altar Xin Ling Fa Men (biasanya memuja Guan Shi Yin Pu Sa, Nan Jing Pu Sa, Tai Sui Pu Sa, Guan Di Pu Sa, Zhou Cang Pu Sa, Guan Ping Pu Sa), sebaiknya mempersembahkan 4 lampu minyak atau pelita (1 untuk Guan Shi Yin Pu Sa, 1 untuk Nan Jing Pu Sa, 1 untuk Tai Sui Pu Sa, dan 1 lagi untuk Guan Di Pu Sa, Zhou Cang Pu Sa, dan Guan Ping Pu Sa), jika memungkinkan, sebaiknya mempersembahkan 6 lampu minyak (Zhou Cang Pu Sa dan Guan Ping Pu Sa masing-masing 1). Jika memang tidak memungkinkan, boleh hanya bisa mempersembahkan 1 lampu minyak di altar, atau 2 lampu minyak untuk 1 altar.<\/li><li>Jika mempersembahkan 4 atau 6 lampu minyak, urutan untuk menyalakannya dimulai dari: pertama bagian tengah ke kiri, lalu dilanjutkan dengan lampu minyak di bagian kiri (dari tengah ke kiri); setelah selesai menyalakan bagian kiri, lalu diteruskan dengan menyalakan lampu minyak dari tengah ke kanan. Urutan memadamkan lampu minyak juga sama.<\/li><li>Biasanya tidak mempersembahkan lilin (jika sebelumnya Anda sudah mempersembahkan lilin, sebaiknya sepasang\u00a0 lilin merah).<\/li><li>Lampu minyak boleh dipadamkan setelah selesai bersembah sujud, atau dipadamkan sebelum dupa terbakar habis. Hindari menyalakan lampu minyak tanpa memasang dupa, ini mudah mengundang arwah asing.<\/li><li>Boleh memasang lampu teratai, tetapi tetap harus ada lampu minyak, dan juga tidak boleh dinyalakan terus-menerus selama 24 jam.<\/li><li>Biasanya, sewaktu akan sembahyang dan memasang dupa, urutan menyalakan lampu teratai dan lampu minyak, adalah dengan menyalakan lampu teratai terlebih dahulu, baru menyalakan lampu minyak; sebelum dupa habis terbakar, matikan lampu teratai dan lampu minyak, dengan urutan memadamkan lampu minyak terlebih dahulu, baru mematikan lampu teratai.<\/li><li>Lampu minyak hanya boleh dipadamkan dengan menutupnya (sampai apinya padam), tidak boleh ditiup dengan menggunakan mulut.<\/li><li>Dalam kondisi tidak memasang dupa, menyalakan lampu teratai sepanjang waktu juga mudah mengundang arwah asing.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"720\" height=\"963\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-563.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6189\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-563.png 720w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-563-224x300.png 224w\" sizes=\"auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"720\" height=\"927\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-564.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-6190\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-564.png 720w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-564-233x300.png 233w\" sizes=\"auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanya Jawab Seputar Dharma Tanya [47]: Master Lu, berapa sebaiknya jumlah lampu minyak dan lilin<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[2301,2302],"class_list":["post-4667","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanya-jawab-master-lu","tag-jumlah-lampu-minyak-lilin-persembahan-","tag-2302"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4667","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4667"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4667\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6191,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4667\/revisions\/6191"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4667"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4667"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4667"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}