{"id":4590,"date":"2021-08-27T12:27:54","date_gmt":"2021-08-27T05:27:54","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=4590"},"modified":"2021-08-27T12:27:56","modified_gmt":"2021-08-27T05:27:56","slug":"tata-cara-membakar-xiao-fang-zi-apabila-tidak-memiliki-altar-%e6%b2%a1%e6%9c%89%e4%bd%9b%e5%8f%b0%e7%83%a7%e5%b0%8f%e6%88%bf%e5%ad%90%e7%9a%84%e9%97%ae%e9%a2%98","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/tata-cara-membakar-xiao-fang-zi-apabila-tidak-memiliki-altar-%e6%b2%a1%e6%9c%89%e4%bd%9b%e5%8f%b0%e7%83%a7%e5%b0%8f%e6%88%bf%e5%ad%90%e7%9a%84%e9%97%ae%e9%a2%98\/","title":{"rendered":"Tata Cara Membakar Xiao Fang Zi Apabila Tidak Memiliki Altar \u6ca1\u6709\u4f5b\u53f0\u70e7\u5c0f\u623f\u5b50\u7684\u95ee\u9898"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Tanya Jawab Seputar Dharma<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tanya [19]: <\/strong>Master Lu, jika kami tidak memiliki altar di rumah, bagaimana cara membakar Xiao Fang Zi? Apakah boleh membakarnya di kuil atau kelenteng?<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Jawab [19]:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul><li>Sebaiknya jangan membakar Xiao Fang Zi di kuil atau kelenteng.<\/li><li>Jika Anda tidak memiliki altar di rumah, boleh membakar\u00a0Xiao Fang Zi\u00a0di balkon, di dekat jendela ruang tamu, atau di halaman belakang rumah Anda.<\/li><li>Lakukan visualisasi (dupa hati) terlebih dahulu: \u201cTerima kasih kepada Guan Shi Yin Pu Sa yang Maha Welas Asih dan Maha Penolong\u201d sebanyak 3x, Kemudian lafalkan 1x {Da Bei Zhou}\u00a0dan 1x {Xin Jing}.<\/li><li>Angkat \u00a0Xiao Fang Zi dengan kedua tangan, \u00a0sedikit lebih tinggi dari kepala Anda, visualisasikan diri Anda bersembah sujud dan memohon: &#8220;Mohon Guan Shi Yin Pu Sa yang Maha Welas Asih membantu saya XXX {nama sendiri} memberikan beberapa lembar \u00a0Xiao Fang Zi\u00a0ini untuk YYY\u201d (YYY bisa merupakan penagih hutang karma diri seseorang, nama orang yang sudah meninggal, anak dari seseorang, atau arwah penghuni rumah seseorang).<\/li><li>Saat membakar\u00a0Xiao Fang Zi\u00a0(dibakar dari atas ke bawah, dimulai dari bagian penerima \u656c\u8d60), ucapkan: &#8220;Mohon Guan Shi Yin Pu Sa berwelas asih kepada saya\u201d. Lalu bakar Xiao Fang Zi\u00a0dengan menggunakan mancis atau korek api, pada saat membakar Xiao Fang Zi, jangan mengucapkan perkataan lain, cukup katakan: &#8220;Mohon Guan Shi Yin Pu Sa berwelas asih.&#8221;<\/li><li>Selesai membakar\u00a0Xiao Fang Zi, katakan: &#8220;Terima kasih Guan Shi Yin Pu Sa yang Maha Welas Asih telah membantu saya XXX memberikan beberapa lembar Xiao Fang Zi ini untuk YYY. Terima kasih atas berkat perlindungan dari Guan Shi Yin Pu Sa yang Maha Welas Asih!\u201d (bersembah sujud 1x dalam visualisasi). Pada saat yang sama, Anda bisa mengucapkan permohonan yang sesuai, seperti: jika Xiao Fang Zi ini ditujukan kepada penagih hutang karma dari XXX, maka bisa memohon Bodhisattva memberkati XXX dengan kesehatan, keselamatan, dan kelancaran; jika Xiao Fang Zi ini digunakan untuk menguraikan ikatan hubungan buruk dari XXX, maka bisa memohon Bodhisattva menguraikan jodoh buruk di antara XXX dan YYY.<\/li><li>Pastikan seluruh kertas Xiao Fang Zi terbakar habis, gunakan pinset logam untuk memegang\u00a0(menjepit) kertas Xiao Fang Zi\u00a0ketika Anda membakarnya, jangan memegang langsung kertas Xiao Fang Zi dengan tangan pada saat sedang membakarnya.<\/li><li>Waktu yang baik untuk membakar\u00a0Xiao Fang Zi\u00a0adalah pukul 8, 10 tepat di pagi hari, pukul 4 tepat di sore hari. Waktu lainnya selama cuaca bagus, adalah sesudah pukul 6 pagi sampai sebelum malam (sebelum langit gelap), Anda boleh membakar Xiao Fang Zi. Untuk informasi lebih lanjut, silakan membaca mengenai {Panduan Pelafalan Xiao Fang Zi} di kolom sebelah kiri <em>blog <\/em>Master Jun Hong Lu.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"714\" height=\"860\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-349.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-5867\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-349.png 714w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-349-249x300.png 249w\" sizes=\"(max-width: 714px) 100vw, 714px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"714\" height=\"954\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-350.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-5868\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-350.png 714w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-350-225x300.png 225w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-350-450x600.png 450w\" sizes=\"(max-width: 714px) 100vw, 714px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanya Jawab Seputar Dharma Tanya [19]: Master Lu, jika kami tidak memiliki altar di rumah,<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[2222,2223],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4590"}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4590"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4590\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5869,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4590\/revisions\/5869"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}