{"id":4203,"date":"2021-08-03T17:15:28","date_gmt":"2021-08-03T10:15:28","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=4203"},"modified":"2021-08-06T18:38:12","modified_gmt":"2021-08-06T11:38:12","slug":"perbanyak-mengucapkan-perkataan-yang-baik-akan-dikagumi-oleh-para-buddha-apa-standar-perkataan-yang-baik-%e5%a4%9a%e8%af%b4%e5%a5%bd%e8%af%9d%e5%8f%af%e8%b5%a2%e5%be%97%e5%8d%81%e6%96%b9%e8%af%b8","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/perbanyak-mengucapkan-perkataan-yang-baik-akan-dikagumi-oleh-para-buddha-apa-standar-perkataan-yang-baik-%e5%a4%9a%e8%af%b4%e5%a5%bd%e8%af%9d%e5%8f%af%e8%b5%a2%e5%be%97%e5%8d%81%e6%96%b9%e8%af%b8\/","title":{"rendered":"Perbanyak mengucapkan perkataan yang baik akan dikagumi oleh Para Buddha, apa standar perkataan yang baik \u591a\u8bf4\u597d\u8bdd\u53ef\u8d62\u5f97\u5341\u65b9\u8bf8\u4f5b\u7684\u8d5e\u53f9, \u597d\u8bdd\u7684\u6807\u51c6\u662f\u4ec0\u4e48"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>wenda20151227B 34:42<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pendengar Pria:<\/strong> Master, seminar Dharma di Malaysia kali ini anda menjelaskan bahwa, Pu Sa memberitahu Anda, &#8221; mulut mengucapkan sebuah kalimat kebaikan orang lain, anda akan mendapatkan pujian dari 10 penjuru Para Buddha &#8220;, apakah kalimat yang baik ini adalah sebuah Jasa kebajikan? perkataan mana yang termasuk perkataan yang baik? Apa standarnya? Mohon Master memberikan wejangan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Master menjawab:<\/strong> standar perkataan yang baik, yaitu keluar dari hati, berbicara apa adanya. Misalnya perkataan yang baik yang berjasa kebajikan paling besar itu seperti apa? &#8221; Wah! Pembinaan anda sangat bagus sekali! &#8220;, &#8221; oh, jasa kebajikan anda akan berlimpah!&#8221;, &#8221; Karena di dalam kalimat dapat memberi motivasi bagi orang lain, karena dalam ini ada kandungan yang dapat membuat orang lain terpenuhi dengan suka citta, karena perkataan anda membuat orang lain semangat dan maju dalam pembinaan diri, anda telah memberi motivasi pada seorang Pu Sa yang sedang membina diri hingga dia semakin maju, dengan begini jasa kebajikannya jadi tak terbatas, perkataan baik ini adalah yang paling hebat, dibandingkan anda bilang&#8221; Wah, anda cantik sekali, raut wajah mu bagus ya&#8221;&#8230;. perkataan semacam ini ada jasa kebajikan apa? &#8220;Wah, sepatu kulit yang baru anda beli ini cantik ya, seperti sepatu bot hujan &#8220;, hahaha\u2026. benar tidak? (Sudah mengerti, benar sekali) Ini tidak sama, &#8221; Wah, hari ini alis kamu cantik ya, cantik sekali ya\u201d Ada apa gunanya? kata-kata yang diucapkan, kata-kata seperti apa yang disebut perkataan baik? Mulut berkata-kata baik, &#8220;Wah, anda sekarang baca paritta auranya jadi sangat bagus sekali\u201d, &#8221; Wah, raut wajah kamu bisa begitu bagus ya? &#8221; \u201cWah, mata anda sekarang dengan dulu itu tidak sama ya. &#8221; &#8221; Wah, anda sekarang dengan dulunya sudah berbeda. &#8221; &#8221; Kami mau belajar sama kamu.&#8221;&#8221; Wah, kita harus berusaha dengan lebih giat. &#8221; Orang yang seperti ini baru ada jasa kebajikan, Orang yang seperti ini jasa kebajikannya akan melimpah, apakah sudah mengerti? (Sudah mengerti, Master, &#8221; su\u00ed x\u01d0 z\u00e0n t\u00e0n (ikut senang dan kagum) kalimat ini juga perkataan baik, begitu kan?) Sebenarnya su\u00ed x\u01d0 z\u00e0n t\u00e0n lebih ke Bahasa Klasik, anda katakan &#8221; su\u00ed x\u01d0 z\u00e0n t\u00e0n &#8220;, orang lain tidak akan merasakan sangat senang, Anda bagus langsung memuji saja, masih &#8220;su\u00ed x\u01d0 &#8220;, ikut senang apa ya? orang lain sudah dapat hal yang senang, maka anda cukup berkata&#8221; Wah, sangat bagus sekali! &#8220;Wah, selamat ya! &#8221; Wah, anda lihat keluarga sudah baik kan?&#8221; &#8221; Wah, Jasa Kebajikan anda berlimpah!\u201d &nbsp;terlebih orang lain memberitahu anda, jika saat itu anda menerimanya\uff0cterus ikut senang dan kagum, saat itu juga jasa kebajikan anda sangat besar. Misalnya, &#8220;Tahukah Anda? Aduh, anakku dua hari lalu demam tinggi\uff0c kemudian baca beberapa lembar XFZ, sudah sembuh.&#8221;    &#8220;Wah, selamat ya, bagus sekali!\u201d Anda katakan begini, ikut senang dengannya, semua Jasa kebajikan akan datang pada anda. Dia ada jasa kebajikan, semua jasa kebajikannya semuanya diberikan pada anda, dan jika dia bilang&#8221; Eh, tahukah kamu? Saya mimpi ketemu Pu Sa, Pu Sa begini begini\u2026.&#8221;&#8221;Wah selamat ya, itu menandakan pembinaan anda sangat bagus sekali!\u201d Dia sekali senang, semua energi yang baik akan datang ke kamu, mengerti? (Sudah mengerti) Contoh sederhananya, anda di rumah, saat ibu sedang masak,  &#8220;Ibu, sayur yang ibu masak kenapa enak sekali ya? Wah, saya makannya sangat senang sekali.&#8221; Menurut anda, bagaimana pikiran ibunya? &nbsp;&#8220;Makan yang banyak ya, nak, semuanya kasih kamu!\u201d bukankah semua jasa kebajikan diberikan ke dia? Hehe (Wah, Master, penjelasan anda sangat bagus sekali, benar-benar sudah mendapatkan inti manfaatnya. Terima kasih Master sudah Welas Asih memberikan wejangan)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-audio\"><audio controls src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/wenda20151227B-3442.mp3\"><\/audio><figcaption>wenda20151227B \u00a034:42\u00a0&#8211; Perbanyak mengucapkan perkataan yang baik akan dikagumi oleh Para Buddha, apa standar perkataan yang baik<br>\u591a\u8bf4\u597d\u8bdd\u53ef\u8d62\u5f97\u5341\u65b9\u8bf8\u4f5b\u7684\u8d5e\u53f9, \u597d\u8bdd\u7684\u6807\u51c6\u662f\u4ec0\u4e48<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"632\" height=\"790\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-47.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4398\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-47.png 632w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-47-240x300.png 240w\" sizes=\"(max-width: 632px) 100vw, 632px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"632\" height=\"889\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-48.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4399\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-48.png 632w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-48-213x300.png 213w\" sizes=\"(max-width: 632px) 100vw, 632px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"632\" height=\"733\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-49.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4400\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-49.png 632w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-49-259x300.png 259w\" sizes=\"(max-width: 632px) 100vw, 632px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wenda20151227B 34:42 Pendengar Pria: Master, seminar Dharma di Malaysia kali ini anda menjelaskan bahwa, Pu<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[1904,1903,1901,1902],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4203"}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4203"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4203\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4483,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4203\/revisions\/4483"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4203"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4203"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4203"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}