{"id":4198,"date":"2021-07-31T19:39:46","date_gmt":"2021-07-31T12:39:46","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=4198"},"modified":"2021-08-13T21:50:47","modified_gmt":"2021-08-13T14:50:47","slug":"pujian-yang-sopan-adalah-berkata-kata-baik-dan-pujian-tidak-sesuai-kenyataan-adalah-menyombongkan-orang-lain-hingga-menyebabkan-kegagalan-%e7%a4%bc%e8%b2%8c%e7%9a%84%e8%b5%9e%e7%be%8e%e6%98%af","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/pujian-yang-sopan-adalah-berkata-kata-baik-dan-pujian-tidak-sesuai-kenyataan-adalah-menyombongkan-orang-lain-hingga-menyebabkan-kegagalan-%e7%a4%bc%e8%b2%8c%e7%9a%84%e8%b5%9e%e7%be%8e%e6%98%af\/","title":{"rendered":"Pujian yang sopan adalah berkata-kata baik, dan pujian tidak sesuai kenyataan adalah &#8220;menyombongkan orang lain hingga menyebabkan kegagalan&#8221; \u793c\u8c8c\u7684\u8d5e\u7f8e\u662f\u53e3\u5410\u83b2\u82b1, \u865a\u5047\u7684\u5439\u6367\u624d\u662f \u201c \u6367\u6740 \u201d"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Wenda20200830&nbsp;&nbsp; 01:16:35<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pendengar Wanita:<\/strong> Master, sekarang ada sebuah kata p\u011bng sh\u0101, yaitu pujian yang berlebihan atau pujian tidak sesuai kenyataan, sehingga orang yang dipuji jadi sombong, hingga membuatnya terjerumus dan mengalami kegagalan. Kita sekarang belajar Buddha Dharma mulut harus bertutur kata yang baik, kemungkinan hal besar maupun kecil akan suka memuji pada saudara se-dharma&#8221; Jasa kebajikan Anda berlimpah (g\u014dng d\u00e9 w\u00fa li\u00e0ng)&#8221;, kadang ada kemungkinan kelewatan memuji juga bisa menyebabkan pihak lainnya menjadi sombong. Bahkan menyebabkan saudara se-dharma lainnya timbul keirian hati. Dengan begitu, karma buruk kita apakah akan ada balasan karmanya? Apakah harus baca Li Fo Da Chan Hui Wen?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Master menjawab:<\/strong> menurut anda apa hubungannya dengan anda? Anda sekarang setiap hari mengatakan &#8220;terima kasih&#8221;, apakah orang itu jadi sombong? Jika anda ke toko membeli barang, \u201cterima kasih banyak ya!\u201d Maka orang ini akan sombong, apa hubungannya dengan anda? Ini demi sopan santun, ini namanya bertutur kata yang baik, anda tidak berkata sesuatu yang melampaui kenyataan, pujian yang akan menjerumuskan orang lain dikarenakan anda sudah terlampau batas, perkataan anda sudah ada kandungan palsu, anda dengan kesungguhan hati mengatakan orang lain baik&#8221; g\u014dng d\u00e9 w\u00fa li\u00e0ng &#8220;. Adalah jasa kebaikannya tak terbatas, setiap orang melakukan hal apapun, perkataan Pu Sa punya semua adalah &#8220;g\u014dng d\u00e9 w\u00fa li\u00e0ng &#8220;, anda p\u011bng sh\u0101 orang lain? p\u011bng sh\u0101 itu apa maksudnya? p\u011bng sh\u0101 yaitu mengucapkan hal yang tidak nyata lalu dikarang sendiri dan sudah kelewatan. Misalnya, hanya 30 poin, bilang anda ada 150 poin, hal yang bukan sebenarnya barulah disebut p\u011bng sh\u0101. Jika adalah yang nyata. Setelah anda katakan, dia mau bagaimanapun terserah dirinya sendiri, itu adalah tingkat kesadaran dia. Jika anda p\u011bng sh\u0101, Anda sudah berlebihan memujinya, dia dikarenakan perkataan anda menjadi sombong, maka anda akan ada karma buruk.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-audio\"><audio controls src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/Wenda20200830-011635.mp3\"><\/audio><figcaption>Wenda20200830 \u00a0\u00a001:16:35 &#8211; Pujian yang sopan adalah berkata-kata baik, dan pujian tidak sesuai kenyataan adalah <br>&#8220;menyombongkan orang lain hingga menyebabkan kegagalan<br>&#8221; \u793c\u8c8c\u7684\u8d5e\u7f8e\u662f\u53e3\u5410\u83b2\u82b1, \u865a\u5047\u7684\u5439\u6367\u624d\u662f \u201c \u6367\u6740 \u201d<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"632\" height=\"901\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-44.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4393\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-44.png 632w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-44-210x300.png 210w\" sizes=\"auto, (max-width: 632px) 100vw, 632px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"632\" height=\"400\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-45.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-4394\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-45.png 632w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/08\/image-45-300x190.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 632px) 100vw, 632px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wenda20200830&nbsp;&nbsp; 01:16:35 Pendengar Wanita: Master, sekarang ada sebuah kata p\u011bng sh\u0101, yaitu pujian yang berlebihan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[1895,1894,1896,1897],"class_list":["post-4198","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanya-jawab-master-lu","tag-dan-pujian-tidak-sesuai-kenyataan-adalah-menyombongkan-orang-lain-hingga-menyebabkan-kegagalan","tag-pujian-yang-sopan-adalah-berkata-kata-baik","tag-1896","tag-1897"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4198","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4198"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4198\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5078,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4198\/revisions\/5078"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4198"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4198"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4198"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}