{"id":3916,"date":"2021-07-26T23:09:22","date_gmt":"2021-07-26T16:09:22","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=3916"},"modified":"2021-07-30T14:24:30","modified_gmt":"2021-07-30T07:24:30","slug":"bagaimana-cara-belajar-bai-hua-fo-fa-sesuai-dengan-aturan-dan-ajaran-dharma-belajar-buddha-dharma-harus-mengikuti-prinsip-dan-ajaran-dharma-tidak-boleh-menyimpang-dan-menciptakan-cara-sendiri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/bagaimana-cara-belajar-bai-hua-fo-fa-sesuai-dengan-aturan-dan-ajaran-dharma-belajar-buddha-dharma-harus-mengikuti-prinsip-dan-ajaran-dharma-tidak-boleh-menyimpang-dan-menciptakan-cara-sendiri\/","title":{"rendered":"Bagaimana cara belajar &#8220;Bai Hua Fo Fa&#8221; sesuai dengan aturan dan ajaran Dharma; Belajar Buddha Dharma harus mengikuti prinsip dan ajaran Dharma, tidak boleh menyimpang dan menciptakan cara sendiri \u600e\u6837\u5982\u7406\u5982\u6cd5\u5b66\u4e60\u300a\u767d\u8bdd\u4f5b\u6cd5\u300b\uff1b\u5b66\u4f5b\u8981\u8ddf\u7740\u4f5b\u7406\u4f5b\u6cd5\uff0c\u4e0d\u80fd\u504f\u6267\uff0c\u81ea\u6210\u4e00\u5957"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>wenda20160807B 53:15<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pendengar pria:<\/strong> Master, sekarang ketika kita mempelajari &#8220;Bai Hua Fo Fa&#8221; dan wejangan-wejangan Master, kita akan berpikir dan memahaminya, juga akan ada beberapa bagian yang tidak kita mengerti. Jadi, apakah pemikiran dan pemahaman seperti ini dalam belajar Buddha Dharma berbeda dengan halnya membuat karma ucapan dan menciptakan karma?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Master menjawab:<\/strong> Sama. Kemelekatan yang menyimpang dan berbicara tanpa alasan yang jelas, itu adalah membuat karma ucapan (Anda mengatakan begini hari ini, jadi bagaimana kami dapat mempelajari dan memahami &#8220;Bai Hua Fo Fa&#8221; dan wejangan-wejangan Master agar sesuai dengan aturan dan ajaran Dharma?) Banyak membaca, banyak mendengar dan banyak belajar. Sama seperti Anda ini, jika Anda tidak mengerti, Anda harus bertanya, maka Anda akan berhasil. Jika tidak, apa gunanya punya Master? Seperti murid yang saya bicarakan hari ini, saya berkata: &#8220;Anda boleh berbicara tentang &#8220;Bai Hua Fo Fa&#8221;, tetapi Anda tidak boleh berkata menerawang totemnya diri sendiri atau melihat hal yang lain.&#8221; Setelah Master mengatakannya, dia berpikir dalam hati : &#8220;Saya tidak menjawab, saya tidak menjelaskan.&#8221; Maka Anda disebut menyimpang. Untuk apa Anda punya Master? (Ya) Untuk apa Anda datang ke Master? Anda datang ke master, Anda bahkan tidak mau belajar, jadi untuk apa Anda datang? Bukankah Anda bercanda, untuk apa Anda menjadi murid, coba Anda katakan kepada saya? (Ya, mengerti) Anak seperti ini, saya beri tahu Anda, dia pikir dia sudah menekuni XLFM dan ada beberapa orang menghormatinya, dia pandai berkata-kata sendiri, segera dia&nbsp; mulai membuat serangkaian cara sendiri, mulai sombong dan meninggikan diri, bahkan kata-kata dari Master dia tidak lagi mau mendengarkan. Meramal apa kepada orang lain? Apa yang diramalkan? Saya sudah memberi tahu Anda, jika tidak, untuk apa Anda menjadi murid? Anda buat saja cara Anda sendiri. Anda lihat,&nbsp; berapa tahun Anda bisa hidup? Saya memberi tahu Anda hal ini, para Dewa Pelindung Dharma di langit semuanya tidak bercanda, sungguh, jangan bercanda lagi. (Ya, bagi mereka yang menciptakan cara sendiri, berarti dia ini adalah membuat karma besar, benarkah begitu, Master?) Coba Anda lihat, ada berapa banyak ajaran sesat? (Ya) Anda lihat, langkah manakah yang kita ambil itu bukan berdasarkan prinsip dan ajaran Buddha Dharma? Manakah dari paritta yang Master katakan kepada kalian untuk dibacakan itu yang bukan berasal dari Buddhisme Tiongkok? Bukankah itu kitab suci yang diturunkan dari India? Yang mana yang dikompilasi atau dikarang oleh Master sendiri? (Tidak, paritta Da Bei Zhou dan Xin Jing, semuanya seperti ini) sudahlah, ajaran-ajaran sesat itu dibuat mereka sendiri, jadi mereka membuatnya menjadi menyimpang!<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-audio\"><audio controls src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/wenda20160807B-5315.mp3\"><\/audio><figcaption>wenda20160807B 53:15 &#8211; Bagaimana cara belajar &#8220;Bai Hua Fo Fa&#8221; sesuai dengan aturan dan ajaran Dharma; Belajar Buddha Dharma harus mengikuti prinsip dan ajaran Dharma, tidak boleh menyimpang dan menciptakan cara sendiri <br>\u600e\u6837\u5982\u7406\u5982\u6cd5\u5b66\u4e60\u300a\u767d\u8bdd\u4f5b\u6cd5\u300b\uff1b\u5b66\u4f5b\u8981\u8ddf\u7740\u4f5b\u7406\u4f5b\u6cd5\uff0c\u4e0d\u80fd\u504f\u6267\uff0c\u81ea\u6210\u4e00\u5957<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"666\" height=\"909\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-116.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3983\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-116.png 666w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-116-220x300.png 220w\" sizes=\"auto, (max-width: 666px) 100vw, 666px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"666\" height=\"669\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-117.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3984\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-117.png 666w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-117-300x300.png 300w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-117-150x150.png 150w\" sizes=\"auto, (max-width: 666px) 100vw, 666px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wenda20160807B 53:15 Pendengar pria: Master, sekarang ketika kita mempelajari &#8220;Bai Hua Fo Fa&#8221; dan wejangan-wejangan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[1721,1722,1723],"class_list":["post-3916","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanya-jawab-master-lu","tag-bagaimana-cara-belajar-bai-hua-fo-fa-sesuai-dengan-aturan-dan-ajaran-dharma-belajar-buddha-dharma-harus-mengikuti-prinsip-dan-ajaran-dharma","tag-tidak-boleh-menyimpang-dan-menciptakan-cara-sendiri","tag-1723"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3916","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3916"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3916\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4022,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3916\/revisions\/4022"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3916"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3916"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3916"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}