{"id":3778,"date":"2021-07-19T14:25:20","date_gmt":"2021-07-19T07:25:20","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=3778"},"modified":"2021-07-19T22:30:50","modified_gmt":"2021-07-19T15:30:50","slug":"salah-satu-standar-ketekunan-kerja-keras-untuk-mempraktikkan-%e3%80%8abai-hua-fo-fa%e3%80%8b-mendalami-belajar-%e3%80%8abai-hua-fo-fa%e3%80%8bdapat-mengikis-karma-%e7%b2%be%e8%bf%9b%e7%9a%84","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/salah-satu-standar-ketekunan-kerja-keras-untuk-mempraktikkan-%e3%80%8abai-hua-fo-fa%e3%80%8b-mendalami-belajar-%e3%80%8abai-hua-fo-fa%e3%80%8bdapat-mengikis-karma-%e7%b2%be%e8%bf%9b%e7%9a%84\/","title":{"rendered":"Salah satu standar ketekunan: kerja keras untuk mempraktikkan \u300aBai Hua Fo Fa\u300b, mendalami belajar \u300aBai Hua Fo Fa\u300bdapat mengikis karma, \u7cbe\u8fdb\u7684\u6807\u51c6\u4e4b\u4e00 \uff1a \u8981\u52aa\u529b\u5730\u8df5\u884c \u300a\u767d\u8bdd\u4f5b\u6cd5\u300b,  \u7cbe\u4fee \u300a\u767d\u8bdd\u4f5b\u6cd5\u300b \u80fd\u6d88\u4e1a\u969c"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Wenda20181209A 19:27\u00a0<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pendengar Pria:<\/strong> Bodhisattva Tai Sui berkata: Kriteria lain untuk ketekunan adalah mempraktikkan \u300aBai Hua Fo Fa\u300bdengan keras dan berpikir berulang kali. Mempelajari Buddha Dharma adalah menjadi seorang Buddha. Hanya bisa bicara tidak berguna, jika tidak bisa menjadi diri sendiri, bagaimana Anda bisa menjadi Buddha? Mohon, Master memberikan wejangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Master menjawab:<\/strong> Ini sangat sederhana, untuk menjadi seorang Buddha, Anda harus terlebih dahulu menganggap diri Anda sebagai seorang Buddha. Jika Anda tidak menganggap diri Anda sebagai seorang Buddha, bagaimana Anda bisa menjadi seorang Buddha? Jika Anda ingin menjadi manusia hari ini, Anda harus terlebih dahulu memperlakukan diri sendiri sebagai orang, tidak melakukan hal-hal yang menyakiti orang, tidak melakukan hal-hal buruk di belakang, tidak melakukan hal-hal binatang, maka Anda akan berdiri tegak dan menjadi manusia. Jika Anda ingin menjadi orang, lalu mengapa Anda tidak melakukan urusan manusia? Anda melakukan hal-hal binatang sepanjang hari, bisakah Anda menjadi manusia? (Tidak. Dalam rekaman ada seorang rekan praktisi menceritakan bahwa setelah enam bulan tekun belajar \u300aBai Hua Fo Fa\u300b,&nbsp;&nbsp;19% karma buruknya semua terkikis. Ketika dia membaca satu bab \u300aBai Hua Fo Fa\u300b, dia mengambil satu jam untuk mencatat, baca berulang-ulang, dan bandingkan berulang kali. Selama yang dia tidak bisa melakukannya, dicatat semuanya, dan semakin melihatnya, semakin bahagia. Apakah ini metode yang bagus?) Ini pasti metode yang baik, dan itu menjadi semakin bijaksana. Saya katakan, Anda membaca semakin memiliki kebijaksanaan, ingin mencatatnya dan tidak ingin melupakannya, berarti ini telah masuk ke dalam diri Anda. Kebijaksanaan Anda\u2026 Setelah Anda ke surga nanti, ini semua adalah sarana pondasi Anda (Iya. Master, memperdalami belajar\u300aBai Hua Fo Fa\u300bdan membacanya satu atau dua kali, hasilnya berbeda, begitukah?) Tentu saja. Pasti berbeda, belajar secara memperdalami adalah penelitian. Ketika saya sedang mengajar para Biksu, anak-anak di sekretariat kami mengeluarkan \u300aBai Hua Fo Fa\u300bbanyak hal yang mereka tidak mengerti dalam \u300aBai Hua Fo Fa\u300b dan meminta para Biksu untuk menjawab, dan para Biksu memberikan mereka jawaban, ini adalah belajar dengan mendalami.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-audio\"><audio controls src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/Wenda20181209A-1927.mp3\"><\/audio><figcaption>Wenda20181209A 1927 &#8211; Salah satu standar ketekunan: kerja keras untuk mempraktikkan \u300aBai Hua Fo Fa\u300b, <br>mendalami belajar \u300aBai Hua Fo Fa\u300bdapat mengikis karma, <br>\u7cbe\u8fdb\u7684\u6807\u51c6\u4e4b\u4e00 \uff1a \u8981\u52aa\u529b\u5730\u8df5\u884c \u300a\u767d\u8bdd\u4f5b\u6cd5\u300b, \u7cbe\u4fee \u300a\u767d\u8bdd\u4f5b\u6cd5\u300b \u80fd\u6d88\u4e1a\u969c<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"702\" height=\"868\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-90.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3854\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-90.png 702w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-90-243x300.png 243w\" sizes=\"auto, (max-width: 702px) 100vw, 702px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"702\" height=\"394\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-91.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-3855\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-91.png 702w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/image-91-300x168.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 702px) 100vw, 702px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wenda20181209A 19:27\u00a0 Pendengar Pria: Bodhisattva Tai Sui berkata: Kriteria lain untuk ketekunan adalah mempraktikkan \u300aBai<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[1651,1653,1654,1652],"class_list":["post-3778","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanya-jawab-master-lu","tag-mendalami-belajar-bai-hua-fo-fadapat-mengikis-karma","tag-salah-satu-standar-ketekunan-kerja-keras-untuk-mempraktikkan-bai-hua-fo-fa","tag-1654","tag-1652"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3778","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3778"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3778\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3867,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3778\/revisions\/3867"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3778"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3778"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3778"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}