{"id":2774,"date":"2021-06-08T21:05:53","date_gmt":"2021-06-08T14:05:53","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=2774"},"modified":"2021-07-02T15:17:57","modified_gmt":"2021-07-02T08:17:57","slug":"apa-akibat-atau-karma-dari-mengajukan-cerai-secara-aktif-atau-pasif-%e4%b8%bb%e5%8a%a8%e6%88%96%e8%a2%ab%e5%8a%a8%e6%8f%90%e5%87%ba%e7%a6%bb%e5%a9%9a%e4%bc%9a%e6%9c%89%e4%bb%80%e4%b9%88%e6%9e%9c","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/apa-akibat-atau-karma-dari-mengajukan-cerai-secara-aktif-atau-pasif-%e4%b8%bb%e5%8a%a8%e6%88%96%e8%a2%ab%e5%8a%a8%e6%8f%90%e5%87%ba%e7%a6%bb%e5%a9%9a%e4%bc%9a%e6%9c%89%e4%bb%80%e4%b9%88%e6%9e%9c\/","title":{"rendered":"Apa akibat atau karma dari mengajukan cerai secara aktif atau pasif? \u4e3b\u52a8\u6216\u88ab\u52a8\u63d0\u51fa\u79bb\u5a5a\u4f1a\u6709\u4ec0\u4e48\u679c\u62a5\u6216\u4e1a\u969c"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">wenda20170430B &nbsp; 16:50<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pendengar wanita:<\/strong> Master, apakah balasan karma maupun karma buruk dari mengajukan cerai? <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Master menjawab:<\/strong> mengajukan cerai tidak sepenuhnya ada balasan karma, juga tidak sepenuhnya ada karma buruk. Jika Anda berjalan sesuai dengan takdir, dan jikalau jodoh buruk dalam takdir kalian berdua adalah perceraian, lalu ketika saat tersebut tiba maka kalian akan bercerai, karena jodoh kalian berdua sudah berakhir.&nbsp; Jangan memaksakan jodoh ini lagi, jangan saling menambahkan jodoh buruk tersebut lagi, yang disebut jodoh pendorong, jika anda menambah jodoh buruk, maka akan memiliki karma (apakah balasan karma dan karma buruk dari diceraikan?) Diceraikan adalah tidak ada apa-apanya, jika diceraikan pun tidak berdaya. Dia yang ingin cerai, dia yang ingin menghancurkan jodoh ini dan setelah dia menghancurkan jodoh ini, kamu hanya bisa menyesuaikan jodoh. Asalkan mengatakan kepada Bodhisattva, seharusnya tidak ada karma.&nbsp; Tetapi jika kalian berdua saling menyerang, sampai akhirnya diceraikan, maka akan ada karma, karena pernikahan kalian berdua telah menimbulkan banyak masalah dalam kehidupan, dan Anda berdua memiliki karma ( apakah tetap harus mengatakan kepada Bodhisattva?) Harus katakan, harus bertobat (apakah harus berkata kepada Bodhisattva akan melafalkan paritta Li Fo Da Chan Hui Wen? ) Harus lafalkan Li Fo Da Chan Hui Wen.&nbsp; Berikan contoh sederhana, meskipun pada akhirnya pihak \u2013laki yang meminta cerai, tetapi juga dikarenakan kalian berdua tidak menjalani hidup dengan baik, selalu ribut dan saling menyerang, mana mungkin tidak ada karma?&nbsp; (Berapa kali Li Fo Da Chan Hui Wen yang perlu dilafalkan?) 5 atau 7 kali sehari, terus dilafalkan (totalnya berapa kali?) Totalnya adalah lafalkan sampai akhir hayat (oh. Apakah harus ada pertobatan khusus untuk masalah cerai ini?) Iya. Setidaknya orang ini telah menimbulkan masalah bagi keluarga, setidaknya ini adalah semacam jodoh, benih karma ini yang telah Anda tanamkan, maka akan ada buah karmanya, oleh karena itu sebaiknya Anda terus menerus melafalkannya ( ini pun sudah cerai, saat itu tidak menyadari bahwa diceraikan juga bisa memiliki balasan karma maupun karma buruk, maka tidak melafalkan, lalu apakah sekarang boleh mulai melafalkan?)&nbsp; Ingatlah, <a>apabila diceraikan maka karma relatif lebih kecil; dan yang mengajukan perceraian adalah menghancurkan jodoh tersebut, maka itu karma dia lebih berat. <\/a>Kecil beda dengan besar, pencuri dan perampok adalah dua konsep yang berbeda.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-audio\"><audio controls src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/07\/wenda20170430B-1650.mp3\"><\/audio><figcaption>wenda20170430B \u00a0\u00a016:50 &#8211; Apa akibat atau karma dari mengajukan cerai secara aktif atau pasif? <br>\u4e3b\u52a8\u6216\u88ab\u52a8\u63d0\u51fa\u79bb\u5a5a\u4f1a\u6709\u4ec0\u4e48\u679c\u62a5\u6216\u4e1a\u969c<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"602\" height=\"900\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/image-50.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2819\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/image-50.png 602w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/image-50-201x300.png 201w\" sizes=\"auto, (max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"602\" height=\"890\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/image-51.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2820\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/image-51.png 602w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/image-51-203x300.png 203w\" sizes=\"auto, (max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"602\" height=\"192\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/image-52.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-2821\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/image-52.png 602w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/06\/image-52-300x96.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wenda20170430B &nbsp; 16:50 Pendengar wanita: Master, apakah balasan karma maupun karma buruk dari mengajukan cerai?<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[1159,1160],"class_list":["post-2774","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanya-jawab-master-lu","tag-apa-akibat-atau-karma-dari-mengajukan-cerai-secara-aktif-atau-pasif","tag-1160"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2774","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2774"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2774\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3350,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2774\/revisions\/3350"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2774"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2774"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2774"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}