{"id":1588,"date":"2021-05-23T20:58:15","date_gmt":"2021-05-23T13:58:15","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=1588"},"modified":"2021-05-24T11:07:44","modified_gmt":"2021-05-24T04:07:44","slug":"tidak-ingin-melafalkan-paritta-atau-tidak-sanggup-melafalkan-paritta-maka-harus-belajar%e3%80%8abai-hua-fo-fa%e3%80%8b%e4%b8%8d%e6%83%b3%e5%bf%b5%e7%bb%8f%e6%88%96%e5%bf%b5%e4%b8%8d%e5%8a%a8%e7%bb%8f","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/tidak-ingin-melafalkan-paritta-atau-tidak-sanggup-melafalkan-paritta-maka-harus-belajar%e3%80%8abai-hua-fo-fa%e3%80%8b%e4%b8%8d%e6%83%b3%e5%bf%b5%e7%bb%8f%e6%88%96%e5%bf%b5%e4%b8%8d%e5%8a%a8%e7%bb%8f\/","title":{"rendered":"Tidak Ingin Melafalkan Paritta atau Tidak Sanggup Melafalkan Paritta, maka Harus Belajar\u300aBai Hua Fo Fa\u300b\u4e0d\u60f3\u5ff5\u7ecf\u6216\u5ff5\u4e0d\u52a8\u7ecf\uff0c\u66f4\u8981\u5b66\u4e60\u300a\u767d\u8bdd\u4f5b\u6cd5\u300b"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Wenda20181021B 16:31<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pendengar Pria:<\/strong> Belakangan ini menemukan beberapa masalah. Beberapa teman se-dharma mengalami kesulitan dalam melafalkan paritta maupun tidak ingin melafalkan paritta, ataupun dalam melafalkan Xiao Fang Zi mengalami kesulitan yang semakin besar. Apakah disebabkan oleh karma dirinya yang terlalu berat atau kekuatan tekadnya kurang atau mungkin dia memiliki semacam rasa takut? Sebenarnya apa masalahnya? (memang begitu) Jikalau begitu, dari aspek mana dia harus berusaha keras?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Master menjawab:<\/strong> Tekun dan berusaha keras, jangan mengendur, diri sendiri harus menemukan energi positif. Apakah arah energi positif setiap hari? Tidak bisa jika hanya mengandalkan pada pelafalan paritta, apakah cara yang terbaik? Yaitu\u300aBai Hua Fo Fa\u300b! Inilah supaya Anda tidak mengendur, sebenarnya setiap hari Anda tidak dapat meninggalkan \u300aBai Hua Fo Fa\u300b(betul. Setiap pagi kami bangun tidur akan berlutut di depan altar untuk membaca, terasa bahwa diri kita memperoleh berkat secara jasmani dan rohani, terasa sangat berenergi) sangat berenergi ( jika tidak membacanya maka diri sendiri akan merasakan bingung atau pikiran kurang jernih, apakah memang begitu), betul, memang begitu. Dulunya Master masih lebih rendah hati, saya pikir \u300aBai Hua Fo Fa\u300bsesuaikan jodoh saja, kemudian Bodhisattva membimbing secara langsung dan berkata bahwa harus mempelajarinya, jika tidak pelajari, maka banyak orang yang sudah mundur, sudah tersesat (betul, belakangan ini kami merasakan dengan jelas terhadap yang Master katakan tentang \u201cTiga Pusaka\u201d ditambah dengan \u300a Bai Hua Fo Fa \u300b sangatlah sistematis dan saling berkaitan. Karena mempelajari \u300aBai Hua Fo Fa\u300bdapat lebih memahami mengapa kita perlu berikrar, melafalkan paritta dan melepaskan makhluk hidup. Jika hanya melakukan hal-hal ini dan tanpa tersadarkan dari dalam hati dan tanpa pemahaman, maka kebanyakan yang dilakukan tersebut hanyalah suatu formalitas, tidak membangkitkan dasar sifat kebuddhaan diri dari dalam hati.) Betul. Banyak orang yang melepaskan makhluk hidup, juga melafalkan paritta dan tetap bertengkar ketika pulang ke rumah dan hanya berpura-pura, itu tidak berguna! (Iya. Tidak menyatukan pengetahuan dan tindakan dan tidak benar-benar tersadarkan dari dalam hati). Dia tidak dapat melakukannya jika tidak memahami. (Betul, memang benar. Belakangan ini kami juga menemukan bahwa beberapa teman se-dharma yang jarang ikut belajar bersama, apabila berhubungan dengan mereka maka akan mengetahui bahwa mereka jarang membaca dan pelajari\u300aBai Hua Fo Fa\u300b, ketika menghadapi masalah masih tetap akan marah dan tidak senang antara satu sama lain dan mengakibatkan ketidakharmonisan dalam keluarga, serta menyebabkan keluarga tidak percaya malah menentang dan mumutuskan jiwa kebijsaksanaan keluarga). Tidak ada gunanya. Harus belajar \u300a Bai Hua Fo Fa \u300b , sudah sampai jilid 11 dan 12 (Sangat bagus, terima kasih Master. Begitu banyak upaya keras dari Master, kita semua harus baik-baik mempelajarinya, dan berharap para teman se-dharma dapat memperlakukannya dengan baik dan serius) betul.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-audio\"><audio controls src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/Wenda20181021B-1631.mp3\"><\/audio><figcaption><strong>Wenda20181021B 16:31<\/strong> &#8211; Tidak Ingin Melafalkan Paritta atau Tidak Sanggup Melafalkan Paritta, maka Harus Belajar\u300aBai Hua Fo Fa\u300b<br>\u4e0d\u60f3\u5ff5\u7ecf\u6216\u5ff5\u4e0d\u52a8\u7ecf\uff0c\u66f4\u8981\u5b66\u4e60\u300a\u767d\u8bdd\u4f5b\u6cd5\u300b<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"695\" height=\"954\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-126.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1850\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-126.png 695w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-126-219x300.png 219w\" sizes=\"auto, (max-width: 695px) 100vw, 695px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"695\" height=\"670\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-127.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1851\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-127.png 695w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-127-300x289.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 695px) 100vw, 695px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wenda20181021B 16:31 Pendengar Pria: Belakangan ini menemukan beberapa masalah. Beberapa teman se-dharma mengalami kesulitan dalam<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[587,431,285,286,244,513,247,588,524,182],"class_list":["post-1588","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tanya-jawab-master-lu","tag-bai-hua-fo-fa","tag-belajar","tag-melafalkan","tag-paritta","tag-tidak-ingin-melafalkan-paritta","tag-tidak-sanggup","tag-247","tag-588","tag-524","tag-182"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1588","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1588"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1588\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1871,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1588\/revisions\/1871"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1588"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1588"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1588"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}