{"id":1543,"date":"2021-05-17T22:11:06","date_gmt":"2021-05-17T15:11:06","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=1543"},"modified":"2021-07-10T13:22:24","modified_gmt":"2021-07-10T06:22:24","slug":"memahami-mengikuti-jodoh-dan-mengikuti-takdir-%e5%af%b9%e9%9a%8f%e7%bc%98%e5%92%8c%e8%ae%a4%e5%91%bd%e7%9a%84%e7%90%86%e8%a7%a3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/memahami-mengikuti-jodoh-dan-mengikuti-takdir-%e5%af%b9%e9%9a%8f%e7%bc%98%e5%92%8c%e8%ae%a4%e5%91%bd%e7%9a%84%e7%90%86%e8%a7%a3\/","title":{"rendered":"Memahami mengikuti jodoh dan mengikuti takdir \u5bf9 \u201c\u968f\u7f18\u201d \u548c \u201c\u8ba4\u547d\u201d \u7684\u7406\u89e3"},"content":{"rendered":"\n<p>shuohua20130215&nbsp; 03:15&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong><strong>Pendengar<\/strong> Wanita:<\/strong> Saya ingin mengajukan pertanyaan tentang \u201cmengikuti jodoh\u201d dan &#8220;menerima takdir&#8221;. Sebelum belajar ajaran Buddha Dharma, banyak dari kita akan menerima takdir kita dan tidak dapat berpikir untuk mengikuti jodoh, karena kita tidak memiliki tingkat pembinaan yang tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pemahaman saya dengan\u201cmengikuti jodoh\u201d berarti bahwa setelah memahami sebab dan akibat ini, saya melihat masalah ini dari tingkat yang lebih tinggi, dan &#8220;menerima takdir&#8221; mungkin tergantung pada takdirnya sendiri. Setelah belajar ajaran Buddha Dharma, bahkan jika berada di dalamnya, mungkin tidak dapat membedakan antara mengikuti jodoh atau menerima takdir. Jelas ini adalah jodoh buruk, itu akan membawanya ke situasi yang sangat buruk, dan Bodhisattva telah memberikan wejangan kepadanya melewati mimpi, jadi dia masih berpikir seperti itu. Saya tidak tahu bagaimana membujuk pihak lain tentang masalah ini?<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Master menjawab:<\/strong> Anda sangat bijak tentang masalah ini. \u201cMengikuti jodoh \u201d dan &#8220;menerima takdir&#8221; adalah dua konsep. Apa itu &#8220;Menerima takdir&#8221;? Sebagai contoh, jika Anda melakukan sesuatu hari ini, inilah yang seharusnya Anda miliki, tetapi Anda belum mempelajari ajaran Buddha Dharma dan hanya bisa menjalaninya. \u201cMengikuti jodoh\u201d berarti Anda telah menyadari bahayanya masalah ini, mengetahui sebab dan akibatnya, dan kemudian mengikutinya. Ada juga struktur molekul dalam mengikuti jodoh, yang mengubah jodoh baik dan menghilangkan jodoh buruk; namun &#8220;menerima takdir&#8221; tidak berubah dan dihapus (bagaimana kita harus meyakinkan pihak lain?) Orang yang belum mempelajari ajaran Buddha Dharma tidak akan memahami hal ini, tidak memahami seluruh seluk beluk dan hubungan sebab-akibat, ini adalah menerima takdir (dia telah belajar ajaran Buddha Dharma, dan dia pintar berbicara tentang Dharma) Saya rasa dia sudah tersesat ( Jadi?) Tujuan akhir dari mempelajari ajaran Buddha Dharma adalah untuk mengubah nasib kita, bukan untuk mengakui takdir. Orang yang tidak berubah adalah mereka yang mempelajari ajaran Buddha Dharma dengan ketekunan, dan mereka yang tidak rajin dan tekun tidak dapat maju.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-audio\"><audio controls src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/shuohua20130215-03-15-\u5bf9\u968f\u7f18\u548c\u8ba4\u547d\u7684\u7406\u89e3-\u4f5b\u5b66\u95ee\u7b54-\u5fae\u5b98\u7f51.mp3\"><\/audio><figcaption>shuohua20130215&nbsp; 03:15 &#8211; Memahami mengikuti jodoh dan mengikuti takdir <br>\u5bf9\u201c\u968f\u7f18\u201d\u548c\u201c\u8ba4\u547d\u201d\u7684\u7406\u89e3<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"689\" height=\"954\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-92.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1544\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-92.png 689w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-92-217x300.png 217w\" sizes=\"(max-width: 689px) 100vw, 689px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"689\" height=\"154\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-93.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1545\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-93.png 689w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-93-300x67.png 300w\" sizes=\"(max-width: 689px) 100vw, 689px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>shuohua20130215&nbsp; 03:15&nbsp; Pendengar Wanita: Saya ingin mengajukan pertanyaan tentang \u201cmengikuti jodoh\u201d dan &#8220;menerima takdir&#8221;. Sebelum<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[454,248,456,455],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1543"}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1543"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1543\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3565,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1543\/revisions\/3565"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1543"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1543"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1543"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}