{"id":1540,"date":"2021-05-17T22:07:39","date_gmt":"2021-05-17T15:07:39","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=1540"},"modified":"2021-07-10T13:22:45","modified_gmt":"2021-07-10T06:22:45","slug":"orang-yang-tercerahkan-saat-mengalami-penderitaan-tidak-akan-khawatir-%e6%82%9f%e9%81%93%e4%b9%8b%e4%ba%ba%ef%bc%8c%e9%80%a2%e8%8b%a6%e4%b8%8d%e5%bf%a7","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/orang-yang-tercerahkan-saat-mengalami-penderitaan-tidak-akan-khawatir-%e6%82%9f%e9%81%93%e4%b9%8b%e4%ba%ba%ef%bc%8c%e9%80%a2%e8%8b%a6%e4%b8%8d%e5%bf%a7\/","title":{"rendered":"\u201cOrang yang tercerahkan, saat mengalami penderitaan tidak akan khawatir\u201d \u201c\u609f\u9053\u4e4b\u4eba\uff0c\u9022\u82e6\u4e0d\u5fe7\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p>Wenda20171105B&nbsp;&nbsp; 09:21&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong><strong>Pendengar<\/strong><\/strong> <strong>Pria:<\/strong> di\u300a Bai Hua Fo Fa \u300b ada sebuah kalimat \u201cOrang yang tercerahkan, saat mengalami penderitaan tidak akan khawatir \u201d , apakah dapat dipahami bahwa penderitaan adalah praktek dari tercerahkan? Mohon Master berikan wejangan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Master menjawab:<\/strong> Dalam arti tertentu, pernyataan Anda juga benar. Itu karena setelah Anda menderita, Anda \u201cKetika miskin akan kepikiran untuk mengubahnya\u201d<strong>;<\/strong> Anda mengetahui ketika di dunia menderita, Anda ingin menemukan cara untuk melepaskan diri dari penderitaan dunia, sehingga Anda akan mencari bantuan dari Dharma (iya. Ada seorang teman se-dharma, dua tahun yang lalu, ditempat pengangkatan murid, dia memohon kepada Bodhisattva dengan menanggung penderitaan untuk mengembangkan keteguhan hati sendiri dalam membina diri. Pada saat tersulit ketika karma buruk meledak, dia bermimpi tubuh Sang Buddha yang cerah dan berkata kepadanya: &#8220;Melihat bahwa kamu masih memiliki hati ini. \u201dHarap Master memberikan wejangan&#8221;). Melihat bahwa kamu masih memiliki hati ini \u201d, Buddha akan membantunya (Jika teman se-Dharma meminta kepada Bodhisattva dengan menanggung penderitaan untuk mengembangkan keteguhan hati, apakah ada batasan waktu untuk buah ini?) Sebenarnya cara ini menurut saya tidak perlu, bagi orang modern sekarang membina diri dari penderitaan, ini bukanlah cara yang cepat untuk meningkatkan tingkat pembinaan diri. Bukan berarti itu tidak baik, tetapi tanpa metode ini, mungkin lebih mudah menggunakan pencerahan. Karena orang saat ini menyuruhnya untuk menanggung kesulitan dan dia tidak bisa menjalaninya, setelah sedikit menghadapi kesulitan, dia akan mundur, apakah kamu mengerti? (mengerti. Apakah teman se-dharma perlu bertobat kepada Bodhisattva tentang masalah ini, dan melafalkan Li Fo Da Chan Hui Wen?) Merasakan diri sendiri sudah bersalah, perlu melafalkan (Baik)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-audio\"><audio controls src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/Wenda20171105B-0921.mp3\"><\/audio><figcaption>Wenda20171105B&nbsp;&nbsp; 09:21 &#8211; \u201cOrang yang tercerahkan, saat mengalami penderitaan tidak akan khawatir\u201d <br>\u201c\u609f\u9053\u4e4b\u4eba\uff0c\u9022\u82e6\u4e0d\u5fe7\u201d<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"689\" height=\"986\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-91.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1541\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-91.png 689w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-91-210x300.png 210w\" sizes=\"(max-width: 689px) 100vw, 689px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wenda20171105B&nbsp;&nbsp; 09:21&nbsp; Pendengar Pria: di\u300a Bai Hua Fo Fa \u300b ada sebuah kalimat \u201cOrang yang<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[451,450,449,452,453],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1540"}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1540"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1540\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3566,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1540\/revisions\/3566"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1540"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1540"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1540"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}