{"id":1529,"date":"2021-05-17T21:55:45","date_gmt":"2021-05-17T14:55:45","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=1529"},"modified":"2021-05-18T18:24:34","modified_gmt":"2021-05-18T11:24:34","slug":"bagaimana-cara-agar-tetap-bisa-bersikap-ramah-kepada-orang-yang-bersikap-munafik-dan-berperilaku-tidak-sesuai-tata-krama-%e9%9d%a2%e5%af%b9%e5%88%ab%e4%ba%ba%e7%9a%84%e8%99%9a%e4%bc%aa%e4%b8%8e","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/bagaimana-cara-agar-tetap-bisa-bersikap-ramah-kepada-orang-yang-bersikap-munafik-dan-berperilaku-tidak-sesuai-tata-krama-%e9%9d%a2%e5%af%b9%e5%88%ab%e4%ba%ba%e7%9a%84%e8%99%9a%e4%bc%aa%e4%b8%8e\/","title":{"rendered":"Bagaimana cara agar tetap bisa bersikap ramah kepada orang yang bersikap munafik dan berperilaku tidak sesuai tata krama \u9762\u5bf9\u522b\u4eba\u7684\u865a\u4f2a\u4e0e\u4e0d\u4e49\uff0c\u5982\u4f55\u80fd\u4fdd\u6301\u5bf9\u522b\u4eba\u7684\u4eb2\u5207"},"content":{"rendered":"\n<p>Wenda20200301&nbsp;&nbsp; 46:04&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pendengar Pria:<\/strong> Master, anda pernah memberi wejangan bahwa: \u201chal yang paling mulia di dalam hidup ini adalah tetap bisa bersikap ramah kepada orang yang bersikap munafik dan tidak sesuai tata krama. jika anda sudah tahu orang lain munafik dan berperilaku tidak sesuai tata krama, tetapi anda masih bisa tersenyum kepada orang tersebut, maka kamu adalah Bodhisattva.\u201c Bagaimana cara agar tetap bisa bersikap tersenyum kepada orang yang bersikap munafik dan berperilaku tidak sesuai tata krama?<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Master menjawab:<\/strong> mentalitas. Buddha Maitreya lah yang bisa melakukannya, maka itu kalian harus bisa belajar seperti Buddha Maitreya. Hal yang kecil didunia ini, orang bersikap munafik apa hubungannya? Dia bersikap munafik , karma buruk diri sendiri dipikul oleh dia sendiri, mengapa anda harus bersikap munafik? (sudah mengerti) &#8220;karma buruk masing-masing dipikul diri sendiri\u201d, maka anda akan bisa tersenyum. Orang bersikap tidak sesuai tata krama terhadap anda, dan anda tersenyum kepada dia, karena anda mengerti karma buruk masing-masing dipikul diri sendiri (Benar. Ini benar-benar merupakan sikap yang mulia dan murah hati) Benar, apa yang anda pikirkan? Apakah begitu mudah menjadi seorang Bodhisattva? (benar, saya tidak bisa melakukannya) tidak bisa melakukannya, maka Anda akan dipenuhi dengan kemarahan yang sangat besar, apabila dipenuhi dengan kemarahan yang sangat besar, maka akan timbul kebencian didalam hati. Harus melepaskannya, apabila anda tidak melepaskannya, maka kemarahan anda tidak ada habisnya terhadap segala hal yang ada didunia ini. Anda akan marah terhadap hal ini dan hal itu, tidak nyaman melihat hal ini dan hal itu, jadi coba anda katakan siapakah yang menurut anda terlihat nyaman? Sama seperti seorang ayah dan ibu yang seumur hidup bersama kita juga demikian, merekalah yang mendidik anda, mereka juga akan merasa benci terhadap anda dan terkadang anda juga akan merasa benci melihat ayah dan ibu. Ini tidak dapat dihindari, dikarenakan manusia adalah makhluk sosial, hanya sebagai makhluk kelas tinggi dan tingkat kesadaran masih belum tercapai sampai ke tingkat Bodhisattva, maka ketika melihat dia akan merasa sangat benci (benar) saya memberi sebuah contoh, seseorang yang memiliki sifat egois, apakah anda akan merasa senang ketika melihat orang yang bersifat egois? (tidak senang) baiklah (Master, ada sebagian orang sifatnya seperti pelindung dharma, ketika melihat orang yang bersikap munafik dan bertindak tidak sesuai tata krama terhadapnya, bagaimana cara agar hati bisa mengendalikannya?) pelindung dharma adalah pelindung dharma, pelindung dharma tidak peduli. Sama halnya anda bertanya : \u201cketika polisi melihat pencuri, apakah dia tidak akan menangkapnya?\u201d biasanya orang lain akan tersenyum : \u201c karma buruk diri sendiri dipikul oleh dia sendiri.\u201d Akan tetapi ketika polisi melihatnya maka dia akan menangkapnya. Anda sebagai pelindung dharma hari ini, dengan demikian anda harus berani maju, anda harus dipenuhi dengan kemarahan yang sangat besar, dikarenakan anda adalah seorang pelindung dharma, ini tidak dapat dihindar (sudah mengerti)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-audio\"><audio controls src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/Wenda20200301-4604.mp3\"><\/audio><figcaption>Wenda20200301&nbsp;&nbsp; 46:04 &#8211; Bagaimana cara agar tetap bisa bersikap ramah kepada orang yang bersikap munafik dan<br>berperilaku tidak sesuai tata krama <br>\u9762\u5bf9\u522b\u4eba\u7684\u865a\u4f2a\u4e0e\u4e0d\u4e49\uff0c\u5982\u4f55\u80fd\u4fdd\u6301\u5bf9\u522b\u4eba\u7684\u4eb2\u5207<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"689\" height=\"903\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-86.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1530\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-86.png 689w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-86-229x300.png 229w\" sizes=\"(max-width: 689px) 100vw, 689px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"689\" height=\"464\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-88.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1534\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-88.png 689w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-88-300x202.png 300w\" sizes=\"(max-width: 689px) 100vw, 689px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wenda20200301&nbsp;&nbsp; 46:04&nbsp; Pendengar Pria: Master, anda pernah memberi wejangan bahwa: \u201chal yang paling mulia di<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[442,441,440,444,443],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1529"}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1529"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1529\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1643,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1529\/revisions\/1643"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1529"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1529"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1529"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}