{"id":1525,"date":"2021-05-17T21:51:19","date_gmt":"2021-05-17T14:51:19","guid":{"rendered":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/?p=1525"},"modified":"2021-05-18T18:27:42","modified_gmt":"2021-05-18T11:27:42","slug":"pemahaman-tentang%e3%80%8amakna-kehidupan-menurut-pandangan-ajaran-buddha-dharma%e3%80%8b%e5%85%b3%e4%ba%8e%e3%80%8a%e4%bb%a5%e4%bd%9b%e6%b3%95%e8%b0%88%e7%94%9f%e5%91%bd%e7%9a%84%e6%84%8f%e4%b9%89","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/pemahaman-tentang%e3%80%8amakna-kehidupan-menurut-pandangan-ajaran-buddha-dharma%e3%80%8b%e5%85%b3%e4%ba%8e%e3%80%8a%e4%bb%a5%e4%bd%9b%e6%b3%95%e8%b0%88%e7%94%9f%e5%91%bd%e7%9a%84%e6%84%8f%e4%b9%89\/","title":{"rendered":"Pemahaman tentang\u300aMakna Kehidupan Menurut Pandangan Ajaran Buddha Dharma\u300b\u5173\u4e8e\u300a\u4ee5\u4f5b\u6cd5\u8c08\u751f\u547d\u7684\u610f\u4e49\u300b\u7684\u7406\u89e3"},"content":{"rendered":"\n<p>wenda20140720A&nbsp; 32:40&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Pendengar Wanita:<\/strong> Belakangan ini saya sedang melihat buku BHFF ke 1 bab ke 5 \u300aMakna Kehidupan Menurut Pandangan Ajaran Buddha Dharma\u300b\uff0c didalamnya menerangkan bahwa \u201cfang bian ji shi jiu jing \u201d, di dalam ada sebuah pepatah mengakatan : metode yang sederhana, mudah dan fleksibel ini adalah metode yang paling nyaman dan metode yang paling mutakhir. Dengan demikian apakah metode yang Master katakan ini adalah \u201cSeorang Bodhisattva tidak memiliki niat dan merasakan hati semua makhluk sebagai hatinya, Seorang Bodhisattva tidak akan merasakan keduniawian, hanya merasakan pikirannya sendiri, karena orang yang bisa merasakan pikirannya sendiri, sama saja dengan merasakan pikiran semua makhluk.\u201d Sebenarnya adalah terus menggunakan roh asal untuk merasakan apakah hal yang dilakukan benar atau tidak, dengan demikian artinya membina jiwa sejati hingga menemukan jalan pencerahan, membina dengan cara masuk kedalam hati dan memasuki pembinaan tanpa prilaku, dengan demikian apakah termasuk \u201csudah melihat jalan?&#8217;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Master menjawab:<\/strong> Benar, sebenarnya jika anda ingin melakukannya sangatlah sulit, sekarang anda hanya memahami, anda sudah memahaminya, namun hanya saja teori anda ini dinamakan logika, anda mempunyai teori di dalam masyarakat ini, akan tetapi ketika anda dalam membina dan belajar, dalam tahap menerapkannya sangatlah tidak mudah (mengerti, sangat sulit sekali) sulit sekali, harus diingat \u201cdengan tanpa pemikiran untuk mendapatkan pemikiran semua umat itulah pemikiran Bodhisattva\u201d, anda tidak mempunyai pikiran, sudah kosong, sama seperti sebuah kamar, apabila rumah itu sudah kosong barulah orang bisa menginap dirumah tersebut, jika tidak, bagaimana bisa memahami pikiran semua makhluk sebagai pikiran diri anda? Karena anda memiliki hati yang egois, anda memiliki hati yang kacau, memiliki hati kebencian, memiliki hati ketamakan, hati orang lain ingin pergi kerumah anda sudah tidak bisa! (sama artinya harus mempunyai sebuah hati ketekunan, dalam pikiran setiap saat selalu memikirkan semua makhluk dan tidak memikirkan diri sendiri) Benar! Anda harus tahu \u201cmenolong nyawa seseorang lebih baik daripada membangun pagoda tujuh tingkat\u201d, apabila anda bisa membuat orang tercerahkan, maka anda sudah termasuk berhasil membantu orang lain mencapai Bodhisattva (terima kasih Master! Pasti akan bekerja keras untuk mencapai tujuan ini, menyelamatkan lebih banyak orang, keluar untuk menyelamatkan orang) benar.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-audio\"><audio controls src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/wenda20140720A-32-40-\u5173\u4e8e\u300a\u4ee5\u4f5b\u6cd5\u8c08\u751f\u547d\u7684\u610f\u4e49\u300b\u7684\u7406\u89e3-\u4f5b\u5b66\u95ee\u7b54-\u5fae\u5b98\u7f51.mp3\"><\/audio><figcaption>wenda20140720A&nbsp; 32:40 &#8211; Pemahaman tentang\u300aMakna Kehidupan Menurut Pandangan Ajaran Buddha Dharma\u300b<br>\u5173\u4e8e\u300a\u4ee5\u4f5b\u6cd5\u8c08\u751f\u547d\u7684\u610f\u4e49\u300b\u7684\u7406\u89e3<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"689\" height=\"903\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-84.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1526\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-84.png 689w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-84-229x300.png 229w\" sizes=\"(max-width: 689px) 100vw, 689px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"689\" height=\"258\" src=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-85.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-1527\" srcset=\"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-85.png 689w, https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-content\/uploads\/2021\/05\/image-85-300x112.png 300w\" sizes=\"(max-width: 689px) 100vw, 689px\" \/><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wenda20140720A&nbsp; 32:40&nbsp; Pendengar Wanita: Belakangan ini saya sedang melihat buku BHFF ke 1 bab ke<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[2],"tags":[437,127,439,438],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1525"}],"collection":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1525"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1525\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1645,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1525\/revisions\/1645"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1525"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1525"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/xinlingfamenindonesia.org\/library\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1525"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}