Bagaimana binatang surga dapat berhasil dalam pembinaan 瑞兽是如何修成的

wenda20160610 01:09:53

Pendengar pria: Dewa-dewa di alam surga dan tunggangan Bodhisattva, apakah adalah binatang di alam manusia yang berhasil membina ke atas langit, atau karena ketika ia masih sebagai manusia, meskipun ia memiliki jasa kebajikan dalam pembinaan diri di alam manusia, namun karena ia terlalu banyak melakukan hubungan suami-istri, sehingga mengakibatkan hasil pembinaannya menjadi binatang surga? Mohon Master berikan wejangan.

Master menjawab: Pada dasarnya ini benar. Pertanyaan ini barusan ditanyakan oleh seorang umat di sebelumnya, dan saya juga menjawabnya. Pada dasarnya adalah ia membina diri di alam manusia, namun gaya hidupnya bukan seorang Bodhisattva melainkan adalah gaya hidup seorang manusia, sehingga ia tidak dapat menjadi seorang Bodhisattva di surga. Sebagai contoh sederhana, para biksu dan biksuni membina diri dengan sangat baik, apakah mereka bisa naik ke surga dan menjadi Bodhisattva? (Ya) Anda yang berada di alam manusia, Anda menikah, dan melakukan hubungan suami-istri, dan memiliki keterikatan dalam hubungan asmara. Meskipun Anda juga membina diri, Anda berusaha membina diri bagaikan biksu dan biksuni. Saya bertanya kepada Anda, manakah yang bersih? (Mereka yang tidak melakukan hubungan suami-istri yang bersih) baiklah. Para biksu dan biksuni naik ke surga dan menjadi Bodhisattva, begitu juga dengan dia yang membina diri dengan sangat baik, namun dia tidak bersih setelah naik ke surga, harus bagaimana? Maka dia akan menjadi binatang surga (Master, anda sekali menjelaskan saya langsung mengerti).

wenda20160610  01:09:53 – Bagaimana binatang surga dapat berhasil dalam pembinaan
瑞兽是如何修成的