Tata Cara Mempersembahkan Lampu Minyak 有关供油的问题
Tanya Jawab Seputar Dharma
Tanya [87]: Apakah mempersembahkan minyak di Dong Fang Tai itu berarti meletakkan satu botol minyak di altar? Atau cukup dengan menyalakan lampu minyak? Terima kasih.
Jawab [87]:
- Mempersembahkan minyak nabati atau minyak vegetarian di altar bisa mempertajam indera penglihatan dan pendengaran seseorang, selain itu juga bisa menambah kebijaksanaan orang tersebut.
- Biasanya minyak yang digunakan sebagai minyak persembahan, boleh menggunakan minyak zaitun, minyak biji bunga matahari, minyak jagung, minyak bunga teratai dan minyak tumbuhan lainnya.
- Jangan menggunakan minyak wijen atau minyak kacang tanah sebagai minyak persembahan untuk lampu minyak di altar, minyak yang beraroma kurang bersih, lagipula aroma yang terlalu kuat akan menutupi wangi dupa cendana, maka tidak boleh dipersembahkan di altar; minyak dari kacang kedelai terlalu kental dan sulit disulut, makanya juga tidak cocok.
- Bila meletakkan satu botol minyak (hilangkan mereknya) di altar Bodhisattva, juga termasuk mempersembahkan minyak.
- Namun cara terbaik adalah tetap dengan mempersembahkan lampu minyak, menambahkan minyak tersebut ke dalam wadah lampu minyak, dan hal ini harus sering dilakukan, seperti menambahkan sedikit minyak setiap hari, ini sama logikanya dengan mengganti buah dan bunga persembahan dengan yang segar.
- Yang harus diperhatikan dalam cara mempersembahkan minyak yang disebutkan di atas adalah, tidak boleh menggunakan minyak yang sudah dipersembahkan kepada Bodhisattva untuk memasak makanan non-vegetarian, karena sama dengan berbuat karma buruk. Buah dan air yang dipersembahkan kepada Bodhisattva boleh dikonsumsi, tetapi minyak persembahan tidak boleh langsung diminum, harus dimasak terlebih dahulu, boleh digunakan untuk memasak makanan vegetarian.
- Menambahkan minyak di tempat-tempat umum, seperti di Guan Yin Tang Dong Fang Tai, setelah menambahkan minyak di setiap lampu, minyak yang tersisa boleh dibawa pulang dan digunakan untuk memasak.


