Melafalkan Paritta Menggunakan Tasbih Buddha 有关念经的佛珠、念珠的问题

Tanya Jawab Seputar Dharma

Tanya [15]: Master Lu, apa yang harus kami perhatikan saat melafalkan paritta menggunakan tasbih Buddha?

Jawab [15]:

  • Tasbih Buddha adalah suatu pusaka Dharma, harus digunakan dengan baik, tidak boleh dibuang atau diletakkan sembarangan. Jika Anda tidak mampu menjaga atau menggunakannya dengan baik, sama dengan tidak hormat kepada Buddha dan Bodhisattva, lebih baik tidak menggunakannya.
  • Sebaiknya memilih tasbih Buddha berbahan kayu, paling bagus cendana, jangan berwarna terlalu gelap.
  • Para praktisi Buddhis awam (bukan biksu atau biksuni) tidak boleh mengenakan kalung tasbih Buddha yang berjumlah 108 butir di leher, karena mereka tidak memiliki kualifikasi untuk mengalungkannya. Hanya biksu atau biksuni yang sudah membina diri selama lebih dari 10 tahun baru boleh memakainya di leher.
  • Cara menggunakan tasbih Buddha: pegang mutiara tasbih dengan menggunakan tangan kiri, lalu gunakan jempol kanan untuk mengoperkan mutiara tasbih ke kanan seusai melafalkan paritta. Pada saat yang sama, visualisasikan Guan Shi Yin Pu Sa dalam pikiran kita ketika melafalkan paritta.
  • Biasanya, saat melafalkan paritta dengan tasbih Buddha, jangan hanya menggunakan satu tangan (gunakan dua tangan seperti instruksi di atas).
  • Biasanya, Anda boleh menggunakan alat penghitung, atau menggunakan jari Anda, atau mencatatnya dengan guratan huruf “正” di atas kertas, dan cara lainnya untuk menghitung jumlah paritta yang sudah dilafalkan. Pada saat yang sama, memvisualisasikan Guan Shi Yin Pu Sa di dalam pikiran kita.
  • Tasbih Buddha yang berjumlah 108 butir, yang biasanya dikenakan di leher, sebaiknya jangan dikenakan di tangan.