Pembalasan yang berat dari karma ucapan — Myasthenia Gravis (melemahnya otot tubuh akibat gangguan pada saraf dan otot) 口业的严重报应 —— 重症肌无力

Kutipan Wejangan yang menarik

Pendengar: Saya terkena penyakit Myasthenia Gravis, yaitu bagian organ mulut saya lumpuh, tidak dapat melanjutkan bicara, tidak bisa menelan makanan maupun meneguk air.

Master: Mulut Anda terlalu jahat, membuat karma ucapan. Inilah yang disebut pembalasan karma, dan pembalasan yang Anda dapatkan ini masih tergolong ringan…. Anda baik-baiklah bertobat! Dan harus melepaskan makhluk hidup. Dan harus berikrar, ikrar Anda berbeda dengan orang lain, Anda harus katakan, “Mohon Pu Sa berwelas asih kepada saya, saya tidak akan berbicara sembarangan lagi, saya tidak akan mengatakan keburukan orang lain lagi”. Anda tidak boleh lagi mengadu domba, tidak boleh mengatakan keburukan orang lain di belakang, jika Anda ingin penyakit sembuh, harus lakukan semua ini. Jika Anda tidak berubah, masih akan ada masalah. Begitu banyak masalah di tubuh Anda, coba Anda katakan, apakah Anda lebih banyak melakukan perbuatan baik atau perbuatan buruk? Semua ucapan yang dilontarkan dari mulut merupakan masalah, harus perbaikinya. baik-baiklah bertobat, dengan begitu Anda baru akan sembuh! Diri Anda sendiri yang tahu sifat buruk diri sendiri, apakah Anda tahu bahwa awalnya Anda akan terkena stroke? Balasan yang diberikan kepada Anda sekarang ini sudah tergolong yang ringan, ini karena Anda masih percaya kepada Buddha. Mulut Anda telah jahat dalam seumur hidup ini, dan sekarang baru tiba pembalasannya, sekarang ini adalah masa akhir periode Dharma, pembalasan karma sangatlah cepat, banyak balasan karma yang berbuah dalam satu kehidupan! Baik-baik perbaiki diri, mulai dari sekarang tidak boleh berbicara sembarangan, lafalkan paritta saja. Tidak boleh memarahi orang, tidak boleh menggosipi orang lain. Memangnya keburukan orang lain ada kaitan dengan Anda? Mereka memperoleh balasannya, dapatkah Anda mengurusnya? Jika Anda ingin kesehatan membaik, maka Anda harus perbaiki diri. Jika Anda tidak mengendalikan ucapan Anda, dan masih berbicara sembarangan tentang orang lain, marah-marah, maka kedepannya Anda jangan lagi menelepon saya, mempengaruhi aura Master!

Pendengar: Saya sudah tahu, saya akan perbanyak melafalkan paritta dan kurangi berbicara.

Master: Benar.