Bagaimana cara menentukan apakah jodoh antara suami dan istri sudah berakhir 如何判断夫妻之间缘份尽了
Kutipan Blog Master Lu “Wejangan Master Menjawab Pertanyaan tentang Hal Keraguan 3
Teman se-Dharma bertanya: Bagaimana cara menentukan apakah jodoh antara suami dan istri sudah berakhir, harus menyesuaikan jodoh, atau harus membina kesabaran diri sendiri, membina pikiran diri dan menyingkirkan kebiasaan buruk diri dalam kesulitan? Teman se-Dharma ini percaya pada Buddha tetapi suaminya tidak.
Master menjawab: Sebenarnya, apakah suami istri masih memiliki jodoh atau tidak, itu kelihatan. Jika pertengkaran mereka tak kunjung berakhir, itu berarti jodoh mereka sudah berakhir. Jika ingin mempertahankannya, Anda harus mempertimbangkan apakah itu hubungan jodoh yang baik atau jodoh yang buruk, suami istri tidak bisa saling bertemu jika tidak berjodoh. Jika itu adalah jodoh baik, di dalamnya juga terkandung jodoh yang buruk, dan di dalam jodoh yang buruk, juga terkandung jodoh yang baik, maka harus lihat apakah jodoh baik dari pasangan ini lebih banyak daripada jodoh buruk mereka di kehidupan ini. Apabila jodoh buruk lebih banyak dari jodoh baik, maka hubungan mereka akan segera berakhir. Jika jodoh baik yang banyak, maka bisa mengandalkan pelafalan paritta untuk memperbaikinya, perlahan-lahan jodoh buruk mereka akan berkurang. Inilah sebabnya mengapa banyak suami istri yang mengikuti Master melafalkan paritta dan mereka tidak bertengkar lagi, karena jodoh baik mereka lebih banyak daripada jodoh buruk, dan jodoh buruk itu perlahan-lahan dilenyapkan. Walaupun awalnya jodoh baik dan buruk masing-masing mencakupi 50%, tetapi karena melafalkan paritta, sehingga mengubah jodoh buruk menjadi 40%, lalu jodoh baik akan meningkat menjadi 60%. Perubahan ini besar. Tetapi, pepatah mengatakan “semakin banyak pertengkaran antara suami dan istri, semakin baik hubungan mereka”, ini juga mungkin terjadi, tetapi kebaikan semacam ini sebenarnya adalah semacam mengalah, adalah sebuah proses pelunasan hutang. Kesabaran ini hanya untuk melunasi hutang, dan setelah membayar hingga suatu taraf tertentu, jika mereka masih memiliki jodoh buruk, maka mereka masih tetap akan berpisah. Kesabaran sepihak itu tidak ada gunanya. Misalnya, jika suami terus menerus memukuli istrinya, dan istri tetap bersabar, bersabar sampai suatu batas tertentu, ketika hutangnya sudah lunas, maka istri akan mengatakan kepada suaminya bahwa dia tidak lagi berhutang kepada suaminya lagi, jadi akan berpisah. Kesabaran pun hanya bertahan selama 16 tahun, 30 tahun, atau 80 tahun, pada akhirnya akan berakhir juga. Hanya mengandalkan pada kesabaran saja tidak bisa menguraikan jodoh buruk, sebenarnya kesabaran bergantung pada pengendalian diri, tetapi jodoh buruk masih terus berlanjut. Bagaimanapun juga, tetap harus menguraikannya, namun ini tergantung pada apakah Anda bisa menguraikannya atau tidak. Jika suami tidak percaya pada Buddha, maka lafalkan paritta Xin Jing untuknya, agar dia dapat membuka kebijaksanaannya.


